Kediri – GantaraNews.id –
Sejarah Watu Bongkah Di Puncak Gunung Klotok? Pasti Pernah melihat batu raksasa yang terbelah dua dengan sempurna! Itulah WATU BONGKAH, batu keramat yang menjadi jantung dari Gunung Klotok.
Gunung dengan ketinggian 536 MDPL yang masuk gugusan Pegunungan Wilis ini terletak di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Nama Klotok berasal dari kata Kolo (Bahaya) dan Tok (Saja), gunung yang berbahaya namun mempesona, dan dijuluki ‘Si Cantik Tidur” karena bentuknya menyerupai perempuan yang sedang tidur.
Puncak Watu Bongkah adalah salah satu dari dua puncak sakral selain Puncak Klop. Setiap HUT RI 17 Agustus, celah batu terbelah inilah yang menjadi tempat paling sakral untuk pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di atas Kota Kediri.
Dibalik batu terbelah itu, ada 3 cerita legenda yang tak terlupakan:
– SIMBOL PECAHNYA KERAJAAN
Konon, batu ini terbelah saat Raja Airlangga membelah Kerajaan menjadi Jenggala dan Panjalu (Kediri) untuk menghindari perang saudara. Saat Mpu Bharada menumpahkan kendi air suci di atas Gunung Klotok, petir menyambar batu raksasa hingga terbelah dua. Satu sisi menjadi Kerajaan Jenggala, satu sisi menjadi Kerajaan Panjalu Kediri. Belahan itu masih menganga hingga kini sebagai tugu peringatan.
– KISAH DEWI KILISUCI
Tidak jauh dari Puncak Watu Bongkah terdapat Goa Selomangleng, tempat pertapaan Dewi Kilisuci (Dyah Sanggramawijaya Tunggadewi), putri mahkota Raja Airlangga yang memilih menjadi pertapa suci daripada menjadi ratu. Batu ini dipercaya terbelah oleh sabetan pedang raksasa Lembu Suro & Mahesa Suro yang mengamuk karena cintanya ditolak sang Dewi, yang akhirnya menjelma menjadi Gunung Kelud.
– FAKTA ARKEOLOGI – KAMPUS SPIRITUAL ABAD 11
Fakta menggemparkan diungkap Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Setelah ekskavasi, di balik rimbunnya hutan Gunung Klotok ditemukan *3 Candi (Situs Candi Klotok), 1 Patirtaan, 2 Arca, bekas Paseban, anak tangga, koin Cina Dinasti Song, dan puluhan tembikar.
Menurut Ketua Tim Arkeolog BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito , “Kawasan Gunung Klotok dulunya adalah *Wanasrama Keresian*, atau Pondok Pesantren di Era Jawa Kuno Abad ke-11.”
Usia situs ini diperkirakan *tahun 1111-1117 Masehi, era Kerajaan Panjalu di bawah Raja Bhameswara. Buktinya adalah temuan Koin Cina Dinasti Song Utara Kaisar Zheng yang dikubur di bawah Candi Klotok sebagai peripih ritual. Ini bukti bahwa 1000 tahun silam, Kediri sudah melakukan perdagangan internasional.
Di sekitarnya juga terdapat Goa Selobale, Goa Padedean dan mata air abadi Sumber Lo, yang dahulu dipakai untuk ritual pensucian sebelum naik ke candi.
Kini, Gunung Klotok bukan hanya destinasi wisata. Watu Bongkah adalah buku sejarah yang terbuka. Dari belahan batu inilah kita belajar, bahwa kejayaan Tanah Kediri tidak pernah hilang, ia hanya menunggu untuk diceritakan kembali.
Jurnalis. : Imam Solikin.SE
Media : GantaraNews.id
Korwil Jatim












