KEDIRI KOTA – GANTARA.NEWS.ID | Siapa sangka, di tengah padatnya pemukiman Kota Kediri, tersimpan makam Wali Allah yang sangat sakral? Masyarakat mengenalnya dengan nama Makam Sunan Geseng. yang berada di *Kampung Dalem.
Keberadaannya yang masuk gang kecil sering terlewat. Hanya sepeda motor yang bisa masuk, namun justru di sinilah pusat syiar Islam abad ke-15 di Kediri bermula.
ALAMAT LENGKAP: Jl. Brigjen Katamso IV/03, Kampung Dalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur. Padepokan terakhir beliau yang kini menjadi pendopo makam.
SIAPA SUNAN GESENG?
Nama aslinya adalah *Ki Cakrajaya atau Ki Cokrojoyo*. Beliau adalah murid paling setia dari *Sunan Kalijaga* dan termasuk dalam jajaran Wali penyebar Islam di era Kesultanan Demak.
Kisah di balik nama Geseng yang artinya Gosong sangat mengharukan dan penuh makna spiritual.
Dikisahkan, Sunan Kalijaga menancapkan sebatang bambu dan memerintahkan Ki Cokrojoyo untuk menjaganya hingga beliau kembali dari berdakwah. Dengan penuh kesetiaan dan ketawadhuan, Ki Cokrojoyo menjaga bambu tersebut bertahun-tahun hingga tumbuh menjadi rimbunan bambu yang lebat.
Saat Sunan Kalijaga kembali, rimbunan bambu itu dibakar hingga habis untuk membuka jalan. Ajaib, Ki Cokrojoyo yang berada di dalamnya tidak meninggal, hanya tubuh dan pakaiannya yang gosong menghitam. Sejak peristiwa itulah beliau digelari *Sunan Geseng*.
Secara filosofi, Geseng bermakna proses pemurnian jiwa melalui ujian api, seperti emas yang dimurnikan dengan pembakaran.
Beliau merupakan penyebar Islam di wilayah selatan Jawa. Setelah berdakwah di Magelang, Bantul, hingga Tuban, perhentian terakhirnya adalah di *KEDIRI*. Di Kampung Dalem inilah beliau mendirikan padepokan Islam dan wafat. Menurut juru kunci, makam di Kediri inilah yang merupakan makam asli, sedangkan yang ada di Magelang, Bantul, dan Tuban adalah petilasan atau bekas tempat dakwahnya.
Setiap malam Jumat Legi, makam ini selalu ramai didatangi para peziarah dari berbagai daerah. Aura mistis dan khidmat begitu terasa.
DARI TUKANG NDERES NIRA YANG MISKIN
Sebelum menjadi Wali, kehidupan Ki Cokrojoyo sangatlah memprihatinkan. Beliau dijuluki Ki Petungmlarat* karena kemiskinannya.
Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai *Wong Nderes*, yakni tukang penyadap nira aren atau legen kelapa. Setiap pagi beliau memanjat pohon aren yang tinggi dengan membawa *Bumbung*, wadah dari bambu panjang untuk menampung air nira. Hasil nira tersebut kemudian dimasak menjadi Gula Jawa atau Gula Aren untuk menghidupi keluarganya.
Meski hidup miskin, beliau adalah pekerja keras yang gemar melakukan tirakat di hutan.
TEMBANG MANTRA LEGENDARIS
Saat hendak memanjat pohon nira, beliau selalu melantunkan tembang mantra yang melegenda hingga saat ini sebagai doa keselamatan agar tidak terjatuh dari ketinggian.
Bunyi tembang aslinya adalah:
> *”Clonthang-clanthung, wong nderes buntute bumbung, apa gelem apa ora?”*
Arti: Clontang-clantung, tukang deres ekornya bumbung bambu, mau apa tidak? Bumbung yang digendong di punggung berbunyi clonthang-clanthung seperti ekor saat berjalan.
Mantra ini menjadi simbol ketawakalan total kepada Allah SWT sebelum melakukan pekerjaan yang penuh risiko.
Selain mantra tersebut, Sunan Geseng juga tercatat sebagai pencipta *Tembang Macapat Mijil*. Dalam sejarah Macapat, Sunan Kalijaga menciptakan Dhandhanggula, Sunan Bonang menciptakan Durma, Sunan Muria menciptakan Pangkur, dan *Sunan Geseng menciptakan Mijil*.
Watak Tembang Mijil adalah cinta kasih, kelahiran, dan awal kehidupan baru. Maknanya sangat relevan dengan kisah beliau yang lahir kembali setelah melalui ujian dibakar api.
Setelah peristiwa pembakaran tersebut, beliau kemudian dimandikan di Sendang Banyu Urip hingga bersih dan mendapat tugas untuk menyebarkan Islam di Kediri hingga akhir hayatnya di Kampung Dalem.
Siapa sangka, Wali di jantung Kota Kediri ini dulunya hanyalah seorang tukang gula aren yang miskin, namun karena kesetiaan dan keikhlasannya, diangkat derajatnya menjadi seorang Wali Allah yang karomahnya abadi hingga kini.
Jurnalis: Imam Solikin, S.E. –
Korwil Jatim
Media GantaraNews.id












