Surabaya, Gantaranews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama TelkomGroup memperkuat infrastruktur dan ekosistem digital nasional untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia sekaligus mendorong posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital kawasan Indo-Pasifik. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan jaringan telekomunikasi, pusat data, kecerdasan buatan (AI), serta penguatan keamanan dan ketahanan siber.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan hal tersebut dalam agenda Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026). Sebagai mitra pendiri, TelkomGroup mendukung penyelenggaraan BTW 2026 yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dalam mendorong kolaborasi serta percepatan transformasi digital.
Dalam pemaparannya bertajuk “Indonesia’s Next Network: Connecting Indonesia and Global, Building the Indo-Pacific Hub”, Nanang menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh luasnya infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan daya saing industri, serta membuka peluang ekonomi baru.
“Pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, TelkomGroup mengembangkan tiga pilar strategis, yakni Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience. Ketiganya berfokus pada penguatan infrastruktur digital, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta peningkatan keamanan dan ketahanan ekosistem digital nasional.
Pada pilar infrastruktur digital, TelkomGroup memperkuat jaringan serat optik, satelit, pusat data, interkoneksi antarpusat data, menara telekomunikasi, serta jaringan base transceiver station (BTS). Pengembangan tersebut juga mencakup optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) untuk memperluas akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Saat ini, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, dua community gateway di kawasan Indonesia Timur, serta 30 pusat data dengan lebih dari 500 kilometer jaringan interkoneksi antarfasilitas. Infrastruktur tersebut didukung lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS.
Ke depan, TelkomGroup merencanakan pembangunan dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya untuk melengkapi fasilitas yang telah beroperasi di Batam dan Manado. Pengembangan ini diharapkan memperkuat konektivitas domestik sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan nasional.
Sementara itu, melalui pilar Sovereign Intelligence & Impact, TelkomGroup mengembangkan ekosistem AI dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan produktivitas, mendorong inovasi dalam negeri, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam BTW 2026, Telkomsel turut menampilkan sembilan solusi berbasis AI yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Di antaranya Adelia, yang berfungsi sebagai mesin pencari dan asisten digital, serta AUREL, yang membantu pengguna memperoleh informasi dan ringkasan bisnis melalui interaksi percakapan. Berbagai inovasi lainnya dikembangkan untuk mendukung keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis.
Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui pilar Sovereign Trust & Resilience. TelkomGroup meningkatkan pelindungan data pribadi, ketahanan siber, serta penerapan standar global di bidang telekomunikasi dan teknologi. Upaya tersebut didukung pengembangan solusi keamanan, antara lain Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN), Secure Access Service Edge (SASE), Post-Quantum Cryptography, dan Security Operations Center (SOC) as a Service.
Strategi tersebut sejalan dengan agenda transformasi digital Komdigi melalui prinsip T3, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Prinsip ini menekankan perluasan konektivitas yang inklusif, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi, serta penguatan keamanan digital.
Transformasi TelkomGroup juga mendukung strategi 6C yang mencakup Connectivity, Competence, Capital, Catalysis/Collaboration, Commerce, dan Compliance. Keselarasan tersebut diterapkan melalui agenda transformasi TLKM 30, khususnya dalam peningkatan keunggulan operasional dan kualitas layanan, optimalisasi nilai aset, serta pengembangan platform digital yang terintegrasi.
Di tingkat internasional, TelkomGroup melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) terus mengembangkan jaringan konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia. Diversifikasi rute jaringan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada jalur tertentu sekaligus meningkatkan keandalan dan ketahanan konektivitas internasional.
Dengan posisi geografis yang strategis serta dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi simpul konektivitas regional dan global. Penguatan jaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran Indonesia dalam menghubungkan arus data antara Asia dan berbagai kawasan dunia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Nanang menegaskan, pengembangan infrastruktur dan kapabilitas digital harus mampu memperkuat kemandirian Indonesia dalam menentukan arah transformasi digitalnya.
“Pembangunan infrastruktur dan kapabilitas digital bukan hanya tentang menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga memperkuat kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri,” katanya.
Melalui penguatan konektivitas, pengembangan teknologi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri, TelkomGroup berkomitmen mendukung kedaulatan digital nasional dan mendorong Indonesia menjadi pusat konektivitas digital kawasan Indo-Pasifik. (red)












