Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Sumenep

banner 468x60

Sumenep, Gantaranews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Pasar Murah di halaman Balai Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pasar murah mencatat total transaksi sebesar Rp39.012.000 dan dihadiri 358 pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dari total transaksi tersebut, penjualan bahan pokok menyumbang Rp31.846.000, sedangkan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp7.166.000.

Sejumlah komoditas yang tersedia meliputi beras SPHP, beras premium, gula, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung, cabai, dan daging ayam ras. Beras SPHP menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp11 juta dari penjualan 200 sak kemasan lima kilogram.

Bacaan Lainnya

Beras premium terjual sebanyak 50 sak dengan nilai Rp3,5 juta. Sementara itu, penjualan gula mencapai Rp2,8 juta, Minyakita Rp3,9 juta, telur ayam ras Rp4 juta, serta daging ayam ras Rp4,576 juta.

Komoditas lainnya yang turut dipasarkan meliputi bawang merah senilai Rp240 ribu, bawang putih Rp480 ribu, tepung Rp600 ribu, cabai rawit merah Rp600 ribu, dan cabai merah besar Rp150 ribu.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah serta menyapa masyarakat dan pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan. Pasar murah ini sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat.

Pasar Murah ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Adahnya produk UMKM juga memberikan ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan konsumen.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, yang mengusung semangat “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pemasaran produk UMKM. (red)

Pos terkait