Dugaan Korupsi dan Dana Setan Tercium di Acara ‘Siraman Sedudo’ Disporabudpar Nganjuk Akan Dilaporkan Kejati Jatim

banner 468x60

Nganjuk, Gantaranews.id – Acara ‘Siraman Sedudo’ yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Minggu (28/6/2026) sunggulah meriah, namun dalam pelaksanaanya tercium bau dugaan korupsi anggaran dan dana setan dari pihak sponsor.

Padahal jika Kabupaten mengadakan acara, maka biaya acara seluruhnya diambil dari APBD Nganjuk, namun fenomena dilapangan banyak umbul umbul dari Bank Jatim beriklan di sepanjang jalan lokasi tanpa ada stempel izin periklanan, bukan hanya itu dilokasi air terjun ada pula tenda tenda bertulis bank Jatim.

Dari informasi yang dilapangan, ketika beberapa teman media menkonfirmasi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Drs. Gunawan Widagdo, M.Si. mengeluarkan statment bahwa kalau semua itu sudah diatur oleh Perda Pemkab Nganjuk.

Sehingga pihak Bank Jatim tidak perlu dikenakan pajak, “Jadi yang dilaksanakan kemaren itu memenuhi Perdan no 6 2025, DNA Bank Jatim sudah mengasih goldy bag 50 biji untuk tamu VVIP dan VIP. Dan kita juga bersifat resmi ke Bank Jatim,” berikut sebagian cuplikan statment dari Gunawan saat diwawancarai awak media.

Bacaan Lainnya

Bahkan lebih ngawur lagi ada temuan kalau acara ‘Siraman Sedudo’ belum masuk di RUP Penyedia Disporabudpar tahun 2026. Menurut teman media, Gunawan mengaku kalau anggaran pelaksanaan akan diambilkan di PAPBD tahun depan.

Ditempat terpisah Riyadi Koorditaor Rakyat Kawal Jatim (Rakjati) berkomentar, bahwa apa yang dilakukan oleh Disporabudpar Nganjuk patut diduga adanya penyelewengan anggaran atau Kengawuran dalam melaksanakan acara.

“Acara ‘Siraman Sedudo’ itu memakai dana APBD. Dana total pengadaan acara di RUP Penyedia Disporabudpar Nganjuk totalnya sebesar 1.6 milyard, tetapi menurut info bahwa anggaran untuk ‘Siraman Sedudo’ belum ada melainkan akan diambil dari alokasi perencanaan APBD tahun depan. Logikanya dimana,” ujar Riyadi.

“Kalau Bank Jatim hanya memberi Goldy Back sejumlah 50 biji, anggaran untuk cara sendiri diambilkan lewat mana wong di RUP tahun ini tidak ada,” tambah Riyadi

Masih Riyadi, juga menyebut kan kalau orentasinya untuk menambah dana, kenapa tidak sekalian di profesionalkan sekalian dan pihak Pemkab Nganjuk bisa mencari sponsor ship dari pihak swasta lainnya dan itu bisa menambah kas Kabupaten.

“Tidak masuk akal mas, Diporabudpar Nganjuk jelass bermain ngawur dlama pelaksanaan acara ‘Siraman Sedudo’,” ujar Riyadi

Riyadi juga berujar kalau pihaknya masih melakukan Litbang atas dugaan korupsi di acara ‘Siraman Sedudo’. Dan pihaknya akan berdemo di depan Kejati Jawa Timur. Agar pihak kejaksaan turun dan memeriksa dugaan korupsi tersebut.

“Saat ini kami masih Litbang pengumpulan data dan bukti, dan kami akan demo di depan gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sekaligus melaporkan temuan kami atas dugaan korupsi di Disporabupar Kabupaten Nganjuk. Sehingga bisa buat dasar agar kejaksaan akan turun memeriksa Diporabupar Nganjuk,” tutup Riyadi mengakhiri pembicaraan lewat telp.

Sampai berita ini dinaikan Drs. Gunawan Widagdo, M.Si. beliau Tidka menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp. (Why)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait