Rencana Utang Rp785 Miliar Jember Disorot, MAKI Jatim Desak Bupati Bubarkan TP3D-TP4D dan Evaluasi Peran Sekda

banner 468x60

MAKI Jatim mendesak Pemkab Jember untuk membubarkan Tim TP3D dan TP4D dan mengevakuasi peran kinerja Sekda Kabupaten Jember

Jember, Gantaranews.id  – Wacana Pemerintah Kabupaten Jember untuk melakukan perjanjian hutang ke PT SMI sejumlah 785 Milyar lebih menjadi atensi dan perhatian MAKI Jatim secara kelembagaan.

Pernyataan sikap MAKI Jatim tersebut akan diaktualisasikan lewat Aksi Demo Akbar yang akan diselenggarakan pada hari Senin (10/8) di Pendopo Kabupaten Jember dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Lumajang yang beralamat di kantor Bakorwil Jember.

Heru MAKI,Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Tumur membuka wawancara dengan senyum khasnya,senyum yang penuh dengan makna perlawanan dan cibiran keras.

Bacaan Lainnya

“Dari awal saya sudah heran dengan konsep rencana hutang Pemkab Jember tersebut,ditengah kenyataan berbasis data bahwa Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 tembus 648 Milyar lebih,”ungkap Heru MAKI.

Heru MAKI menambahkan bahwa lebih sangat lucu dan terkesan “sandiwara” ketika DPRD Jember yang “pernah” bersurat untuk menanyakan dasar dan alasan dibalik Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 senilai 648 Milyar dan saat ini “berpotensi” akan menyetujui rencana hutang Pemkab Jember.

Secara ilustrasi sebagai dasar penguatan dalam judul diatas,Heru MAKI menyampaikan bahwa persetujuan penetapan arah pembangunan Kabupaten Jember sudah disepakati antara Pemkab Jember dan Legislatif mulai masa persidangan pembahasan kegiatan Pembangunan Pemkab Jember di DPRD Jember yaitu pada bulan Agustus sampai Bulan Oktober tahun 2025.

Heru menambahkan bahwa apabila dalam penetapan DIPA Pemkab Jember dan disetujui oleh DPRD Jember,ternyata anggaran DIPA belum memenuhi target,pada moment itulah rencana hutang bisa dibahas intensif dan sudah disampaikan isunya ke Masyarakat Jember.

“Bukan ujuk ujuk tiba tiba Pemkab Jember sekarang mau berhutang senilai 785 Milyar,dan DPRD Jember terkesan manut atau nurut saja,”tegas Heru MAKI.

Arah Pembangunan Kabupaten Jember itu sudah dibahas intensif dalam proses penetapan DIPA anggaran tahun 2025,dan ketika tiba tiba ada rencana hutang,secara kelembagaan MAKI Jatim jujur mempertanyakan urgensi dan alasan kuat dibalik rencana hutang yang sangat tiba tiba tersebut.

Heru MAKI tegas menyampaikan bahwa apapun arah konstruksi wajah pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember,Masyarakat Kabupaten Jember harus mengetahui secara detil dan transparan.

Semakin tidak jelas ketika muncul narasi dari Sekda Kabupaten Jember,bahwa konsep pengembalian hutang tersebut akan diambilkan dari sisa profit dari sistem keuangan BLUD pada Rumah sakit Soebandi dan RS Balung Jember tanpa mengurangi PAD yang nantinya akan mewarnai konstruksi anggaran APBD 2 Jember.

Pernyataan Sekda Kabupaten Jember tersebut terkesan menjadi narasi yang menyesatkan,karena sisa profit dari konsep sistem keuangan BLUD dari RS Soebandi dan RS Balung Jember seharusnya menjadi PAD Kabupaten Jember.

Artinya mengemuka kesan bahwa konsep pengembalian hutang Pemkab Jember sebenarnya malah menggerogoti Pemdapatan Asli Daerah (PAD) dari RS Soebandi dan RS Balung Jember.

MAKI Jatim secara kelembagaan saat ini juga “mempertanyakan” peran sentral Sekda Kabupaten Jember yang seharusnya menjadi titik utama dalam penentuan kebijakan anggaran dalam TAPD Pemkab Jember.

“Sekda itu sudah mengetahui dari awal bagaimana konstruksi arah pembangunan Kabupaten Jember dan ketika kemudian Sekda berperan menjadi “Humas” pengamanan kebijakan Bupati Jember terkait hutang,akan menjadi narasi yang sangat wajar ketika MAKI Jatim mempertanyakan lebih lebar akhirnya,”ungkap Heru MAKI.

Lebih parah lagi,Heru MAKI saat ini juga mempertanyakan bagaimana kinerja dan peran TP3D dan TP4D bentukan Bupati Jember,dimana sudah teraktualisasi secara nyata bahwa peran mereka ternyata ZONK dan tidak jelas sebenarnya.

Dalam kesempatan ini,Heru MAKi pastinya akan mendesak Bupati Jember untuk bubarkan saja Tim TP3D dan TP4D karena sudah sangat jelas peran mereka dalam mengawal kebijakan pembangunan Kabupaten Jember serta sudah sangat nyata tidak ada sama sekali.

Harusnya kalau bicara
peran,TP3D dan TP4D masuk dalam kontek sharing saran kuat berkaitan dengan skala prioritas Pembangunan Kabupaten Jember berbasis memaksimalkan kemampuan anggaran daerah Jember secara riil.

Aksi akbar demo yang akan dilaksanakan MAKI Jatim, Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember dipastikan juga akan dihadiri banyak masyarakat Jember yang sepakat dengan tujuan aksi tersebut.

“Saya jamin heboh dan langit akan bergetar di Jember, CATAT ITU, pungkas Heru MAKI. (why)

Pos terkait