Polda Jatim: Penurunan Kasus Gangguan Kamtibmas Mencapai 15 Persen dalam Sepekan

banner 468x60

Foto di unggah 06/12/24 by Wati

Polda Jatim: Penurunan Kasus Gangguan Kamtibmas Mencapai 15 Persen dalam Sepekan

Gantaranews.id SURABAYA 06 Desember 2024 – Polda Jawa Timur (Jatim) mencatatkan hasil positif dalam menekan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Berdasarkan laporan Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan

gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jatim turun sebesar 15 persen dalam periode 25 November hingga 1 Desember 2024.

Bacaan Lainnya

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, melalui AKBP Soegijoto,

mengungkapkan bahwa penurunan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam upaya pengendalian gangguan Kamtibmas. Dalam laporan tersebut, jumlah total gangguan Kamtibmas tercatat sebanyak 919 kasus, turun dari 1.083 kasus pada pekan sebelumnya.

Penurunan signifikan ini mencakup berbagai jenis kasus, termasuk pencurian, narkoba, penganiayaan, hingga kecelakaan lalu lintas,” kata AKBP Soegijoto dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bid humas Polda Jatim.

Kasus Pencurian dan Narkoba

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi salah satu masalah utama yang masih mendapat perhatian.

Meski demikian, jumlah kasus curat dan curanmor menunjukkan penurunan. Kasus curat terbanyak tercatat di Polresta Malang Kota dengan 13 kasus, disusul Polrestabes Surabaya dengan 7 kasus.

Sementara itu, kasus narkoba juga mengalami penurunan dengan 45 kasus yang tercatat, dengan Polrestabes Surabaya sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 11 kasus. Kasus narkoba ini melibatkan peredaran sabu-sabu dan obat-obatan terlarang lainnya.Penganiayaan dan Laka Lantas

Kasus penganiayaan yang tercatat sebanyak 38 kejadian, dengan sejumlah wilayah melaporkan angka tertinggi, di antaranya Polresta Sidoarjo, Polres Jember, dan Polres Situbondo.

Selain itu, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) juga mengalami penurunan, meskipun masih mencatatkan 533 kejadian. Dalam kecelakaan tersebut, terdapat 15 korban meninggal dunia, 29 korban luka berat, dan 633 luka ringan.

Kami melihat bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas semakin meningkat, meskipun angka laka lantas masih menjadi perhatian kami,” ujar AKBP Soegijoto.

Respons Terhadap Kejahatan Judi

Kasus perjudian di Jatim juga menunjukkan penurunan, dengan Polrestabes Surabaya mencatatkan 16 kasus. Di wilayah lainnya, seperti Polres Jombang dan Bojonegoro, juga tercatat beberapa kasus judi yang berhasil diungkap.

Imbauan untuk Masyarakat

Polda Jatim menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Meskipun terjadi penurunan,

pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Penurunan ini menunjukkan kerja keras seluruh pihak, baik aparat kepolisian maupun masyarakat.

Kami berharap kerjasama ini terus berjalan, agar Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkas AKBP Soegijoto.

Polda Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli, pengawasan,

serta penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur.(Wati)

Pos terkait