Nganjuk, Gamtaranews.id – Melestarikan budaya leluhur, sama halnya menjaga peradaban agar kelak generasi berikutnya tidak akan lupa identitas asli jati dirinya.
Seperti dalam budaya Jawa, 1 Suro dimaknai lebih dari sekadar pergantian tahun, melainkan sebagai momen sakral dan spiritual yang sarat akan makna.
Jumat (26/6/2026), masyarakat Desa Ngaliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk memperingati tahun baru Jawa satu Suro dengan melaksanakan bersih desa.
Acara Bersih Desa diawali pada Kamis malam, dengan mengirap semua pusaka leluhur keliling desa. Dilanjut Jumat pagi ritual jamas pusaka bertempat di Balai Desa Ngliman, sebelum di jamas pusaka dibawa ke makam sesepuh sekaligus melaksanakan ritual buka punden, dan setelah itu dilanjut dengan tontonan pagelaran wayang kulit.
Bukan berhenti di pagelaran wayang kulit, ritual terakhir dilaksanakan pada hari Minggu (28/6/2026) di air terjun Sedudo dengan mengambil air Sedudo untuk digunakan sebagai air jamas pusaka di satu Suro tahun mendatang.
Bagi masyarakat Desa Ngliman, Nganjuk, Bersih Desa bukan hanya sekedar acara untuk memperingati 1 Suro. Melainkan bentuk suatu harapan, intropeksi dan mengingat akan para leluhur cikal bakal masyarakat Ngliman.
Hadir dalam acara Bersih Desa, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A. Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo, Pejabat Pemkab Nganjuk, Pemangku adat Desa dan semua masyarakat desa. (Why)







