Dugaan Mega Korupsi Tata Kelola Keuangan Mulai Terkuak PT JPU Akan Didemo Dan Dilaporkan ke Kejati Jatim

banner 468x60

Foto adalah ilustrasi

Surabaya, Gantaranews id – Kondisi anak perusahaan BUMD yaitu PT Jatim Prasarana Utama tidak terlepas dari tata kelola keuangan yang amburadul dibawah kepemimpinan, Edy Zulham Rivelino atau akrab dipanggil Reno.

Suntikan dana puluhan milyard rupiah tidak merubah PT JPU menjadi perusahaan yang bisa diandalkan, namun justru dana tersebut dibuat Bancakan. Beberapa ‘dosa’ yang dilakukan sehingga membuat PT JPU sekarat seperti halnya sekarang ini.

Basuki Ketua Gerakan Rakyat Lawan Korupsi (Gerak LK) Jatim berpendapat bahwa yang perlu diseret dan memakai rompi orange adalah  Direktur PT JPU dan Kroni nya, “Kondisi PT JPU yang sekarat seperti sekarang ini adalah ulah Reno, dengan segala akal muslihat nya dia mendorong JPU di dasar jurang,” ujar Basuki.

Bacaan Lainnya

“Saat ini JPU itu bangkrut mas, kok bisa ? Ya laporkan Reno maka akan kebuka semuanya,” tambahnya.

Ketika ditanya seberapa dahsyatnya Reno memporak porandakan keuangan PT JPU, Basuki menjawab bahwa selama ini Reno dengan kekuasaannya memperlakukan keuangan PT JPU seenaknya bahkan diduga ada mega korupsi yang terstruktur.

“Reno mempunyai kroni di tubuh JPU seperti tentakel gurita lah, kroninya adalah eksekutor sedangkan Reno adalah otaknya. Dia bersama kroninya menciptakan apapun yang pokok nya uang JPU bisa mereka nikmati pribadi,” ujar Basuki

“Seperti kerja sama yang tidak jelas, yang menyedot ratusan juta bahkan milyaran uang kas JPU, penjualan aset milik JPU, bahkan mereka berani memakai nama orang untuk berhutang kepada JPU ratusan juta dengan memanipulasi data orang tersebut. Ketika hari penagihan orang tersebut menyangkal, trus bukannya mengusut uang tersebut justru JPU diam dan membiarkan semua kasus ini menguap dengan waktu,” tambah Basuki.

Masih Basuki, selama ini dosa dugaan mega korupsi masih tersembunyi, tetapi Basuki akan menguak semua itu dalam bentuk data yang menjadi dasar Gerak LK Jatim untuk melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Selain itu Basuki juga mengatakan Gerak LK Jatim akan turunkejalan dengan ratusan massa, mereka akan berdemontrasi didepan kantor PT JGU yang sekaligus kantor PT JPU pada Kamis (13/8/2026), “Kita akan lakukan aksi dengan ratusan massa didepan kantor JGU yang juga kantor JPU, kita seret Reno keluar untuk menemui dan menjelaskan kepada massa tanpa ada acara audensi perwakilan didalam,” ujar laki laki yang jadi nahkoda Gerakan LK Jatim ini.

“Setelah dari kantor JPU, kita juga akan lakukan aksi demontrasi didepan gedung Kejati Jatim sekaligus melaporkan dan menyerahkan bukti bukti dugaan mega korupsi kepada pihak Kejati Jatim, tanggal 13 merupakan angka apes buat Reno dan kroninya,” tambah nya.

Diujung wawancara Basuki menambah sedikit pesan, terkait Reno dan bos diatasnya adalah orang dekat kepercayaan Gubernur Jatim dan bisa mengelabuhi Pansus BUMD, DPRD Jatim. Maka Basuki memastikan bahwa semua yang dalam lingkaran Dugaan Mega Korupsi JPU tidak akan luput dari dari Hukum.

“Ya kalau mereka genk yang dekat serta dipercaya Khofifah itu lebih baik, agar Gubernur Jatim akan mengetahui jika selama ini yang keluar dari mulut mereka adalah kebohongan yang manis, dengan adanya bukti serta dibawanya kasus ini kerana hukum ?. Gubernur Jatim mau jadi bemper mereka?,” kata Basuki.

“Sampai ketemu di hari naas mereka 13 Agustus besok, surat pemberitahuan demo sudah jadi dan tinggal mengirimnya besok” tutup Basuki. (Red)

 

 

 

Pos terkait