Kolaborasi Vegan Squad Surabaya melalui Program Sambang TBM Crita Nirwana

Oplus_131072
banner 468x60

Surabaya, gantaranews.id – Komunitas Vegan Squad Surabaya turut memberikan apresiasi dalam kegiatan Sambang TBM Crita Nirwana sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan literasi kesehatan keluarga dengan cara kegiatan edukatif, humanis dan menghibur. (3/2/2026)

Rea yang merupakan perwakilan dari komunitas tersebut, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dilandasi oleh kesamaan nilai dalam kegiatan tersebut.

“Acara ini sangat menarik dan bersifat positif karena mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus membuka ruang edukasi kesehatan,” paparnya.

Menurutnya, literasi kesehatan penting dikenalkan sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan periode emas dalam kehidupan manusia. Pola makan sehat yang dibiasakan sejak dini akan membentuk kualitas kesehatan di masa depan.

Bacaan Lainnya

“Jika sejak kecil anak terbiasa mengonsumsi makanan sehat, maka saat dewasa mereka juga akan tumbuh lebih sehat. Sebaliknya, kebiasaan makan yang kurang baik bisa berdampak pada masalah kesehatan di usia remaja maupun dewasa,” jelasnya.

Rea menekankan bahwa pola makan sehat tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan kestabilan emosi anak. Menurutnya, bagi anak yang sering sakit, cenderung mengalami gangguan pada tumbuh kembang serta kondisi emosionalnya.

Dalam kegiatan tersebut, Vegan Squad Surabaya membagikan edukasi kepada orang tua dan anak mengenai konsep hidup vegan yang berkesadaran. Rea juga menegaskan bahwa vegan bukan sekadar pola makan, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa industri peternakan menjadi salah satu penyumbang utama pemanasan global. Dengan pola hidup vegan, kita ikut menjaga kesehatan sekaligus kelangsungan planet bumi,” ungkapnya.

Lanjut Rea, edukasi hidup sehat, bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui TBM. Dengan menghadirkan buku-buku seperti Panduan Vegan Pemula yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Namun demikian, dia juga mengatakan masih banyak tantangan dalam mengedukasi masyarakat.
Kurangnya kepedulian terhadap kesehatan keluarga, minimnya pembiasaan konsumsi sayur sejak dini, serta tingginya konsumsi makanan ultra-proses menjadi hambatan utama.

“Makanan yang dianggap enak belum tentu sehat, tapi sering kali hal ini diabaikan,” tambahnya.

Rea berharap TBM dapat terus berkembang menjadi pusat literasi kesehatan keluarga, dengan kegiatan-kegiatan yang membuka wawasan masyarakat secara berkelanjutan.

Pesannya kepada seluruh masyarakat khusunya bagi para orang tua agar lebih peduli terhadap kesehatan fisik dan mental anak.

“Biasakan makanan rumahan dengan gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, kurangi makanan ultra-proses, dan mulai beralih ke gaya hidup vegan yang berkesadaran demi kesehatan keluarga dan masa depan bumi,” pungkasnya.(Ri)

Pos terkait