Kominfo Cerdig Sekolah Rakyat Seri I, Dorong Literasi Data Menuju Indonesia Emas 2045

banner 468x60

Surabaya, Gantaranews.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Provinsi Jawa Timur berupaya mendorong penguatan literasi data bagi guru dan siswa Sekolah Rakyat melalui Webinar Cerdig (Cerdas Digital) Sekolah Rakyat Seri I bertema “Membangun Generasi Cerdas Data Menuju Indonesia Emas 2045” secara daring melalui zoom, Kamis (20/8/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Imam Fahamsyah, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan pentingnya data di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

“Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan. Data saat ini menjadi bagian yang penting dalam pendidikan, terutama kemudian untuk pelayanan pada masyarakat, kesehatan, ekonomi hingga pengembangan teknologi, seperti AI atau kecerdasan buatan,” ujar Imam.

Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan data menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting. Data tidak hanya diperlukan oleh pemerintah dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Data juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah,”katanya.

Bacaan Lainnya

“Guru dan siswa tidak hanya merupakan pengguna data, tetapi juga menjadi bagian dari proses menghasilkan data melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan kegiatan sekolah. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memahami kondisi, mengidentifikasi kebutuhan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Oleh karena itu, literasi data perlu dibangun sejak usia sekolah,”tambahnya.

Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Arga Parama Yufinanda mengatakan bahwa data pasti berguna. Data digunakan untuk mengambil keputusan atau menjadi dasar kebijakan, termasuk dalam pembangunan di lingkungan pemerintah. “Data adalah sesuatu yang bisa kita catat, ukur, amati, atau kumpulkan. Data akan menjadi lebih berguna ketika kita mengolah dan memahaminya.

Data bukan sekadar angka atau catatan, tetapi merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Dengan data, kita dapat memahami keadaan, melihat perbedaan, menemukan masalah, dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Karena itu, kita perlu belajar mengenali, membaca, memahami, dan menggunakan data dengan bijak sekaligus menjaga data pribadi,”jelasnya

Satria Triputra Wisnu Murti, Deputy Head of Katadata Insight Center, menyampaikan tentang Pengenalan Data, Analisis Data Sederhana, Membangun Kebiasaan Data Dan Cita-Cita Dalam Data.

Satria menjelaskan bahwa Data adalah sekelompok fakta/informasi, misal nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir atau sidik jari.

Analisis Data Sederhana adalah membaca data dengan menceritakan isi data, sementara Membangun Kebiasaan Data bisa dimulai dari kebiasaan diri sendiri, seperti mencatat dalam setiap aktivitas (pelajaran, keuangan, hobi), Cita-Cita Dalam Data, artinya bahwa data bisa dimanfaatkan untuk memulai cita-cita, misal pekerjaan apa saja yang makin dibutuhkan dalam lima tahun ke depan dan lapangan pekerjaan apa saja yang bergaji tertinggi di Indonesia. Tantangan cita-cita selalu dapat diantisipasi dengan membaca data. (red)

Pos terkait