Usai Debat Caketum BM PAN, Jatim Sebut Pilihan Belum Bisa Dikunci

banner 468x60

 

Surabaya, Gamtaranews.id — Debat visi-misi calon ketua umum BM PAN yang digelar pada Minggu malam, 21 Juni 2026, dinilai belum cukup menjadi dasar untuk mengunci arah dukungan voters dalam Kongres BM PAN 2026.

Wakil Ketua DPW BM PAN Jawa Timur, Escha Islamy Anwar, mengatakan debat memang penting sebagai ruang adu gagasan. Namun, menurutnya, terlalu dini bila pilihan voters langsung disimpulkan hanya dari satu forum debat.

“Terlalu dini menentukan pilihan hanya dari menyaksikan paparan visi-misi dalam debat Minggu malam, 21 Juni 2026,” ujar Escha dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menilai, voters masih membutuhkan proses politik yang lebih utuh. Para calon ketua umum perlu diuji bukan hanya dari kemampuan berbicara di forum debat, tetapi juga dari keseriusan turun ke daerah, membangun komunikasi, dan menyapa langsung pemilik suara.

Menurut Escha, pemimpin BM PAN ke depan tidak cukup hanya tampil meyakinkan dalam forum formal. Caketum juga harus mampu menunjukkan kemampuan konsolidasi, kedekatan dengan kader, dan keberanian mendengar aspirasi daerah.

“Debat itu penting, tapi bukan satu-satunya ukuran. Voters juga perlu melihat siapa yang serius datang, berdialog, dan menghormati proses demokrasi di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, BM PAN Jawa Timur masih membuka ruang komunikasi bagi seluruh kandidat. Karena itu, tidak ada alasan bagi kandidat mana pun untuk merasa paling unggul sebelum proses politik benar-benar berjalan.

“Pilihan belum terkunci. Semua masih terbuka bagi kandidat yang serius dan menghargai voters,” pungkasnya. (Why)

Pos terkait