Lumajang, Gantaranews.id – Upaya cepat dan sinergis dilakukan Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro bersama Forkopimcam Senduro dan relawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Gunung Jantur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Argosari Sertu Edi Kuswanto turut mendampingi tim gabungan yang secara serentak melaksanakan pemadaman api di lokasi. Sebanyak kurang lebih 15 orang dari unsur gabungan terlibat langsung dalam upaya penanganan kebakaran.
Sejak berada di lokasi, personel gabungan bergerak bersama melakukan pemadaman pada titik-titik api yang ditemukan. Dengan kondisi medan kawasan pegunungan yang membutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian, seluruh personel tetap mengedepankan kekompakan serta keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.
Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam penanganan Karhutlah merupakan bagian dari upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah binaannya.
“Kami bersama Forkopimcam dan relawan bergerak cepat untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama. Penanganan Karhutlah membutuhkan sinergi seluruh pihak agar api tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan,” ujar dia.
Menurutnya, kondisi kawasan hutan yang memiliki vegetasi cukup rapat dan berada di wilayah pegunungan membuat penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama serta kewaspadaan seluruh personel. Karena itu, pemadaman dilakukan secara serentak dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kegiatan pemadaman ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan TNBTS. Dengan bergerak cepat dan bersinergi, tim gabungan berupaya mencegah api meluas serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya.
Keterlibatan semua pihak di lapangan diharapkan dapat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutlah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dari berbagai potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran. (Pendim0821/yd)












