Malang, Gantaranews.id – Dengan gaya humanis, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri menyatakan pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dari masyarakat.
Namun ia membedakan secara tegas antara kritik membangun dengan fitnah.
“Silakan kritik kami jika pelayanan kami lambat, jika anggota kami tidak ramah.
Itu akan kami jadikan bahan evaluasi.
Tapi kalau sudah menuduh pungli tanpa bukti, itu fitnah yang harus kami luruskan,” tuturnya.
Menurutnya, fitnah tidak hanya merusak nama institusi, tetapi juga menjatuhkan mental anggota yang telah bekerja jujur. Banyak anggota yang merasa kecewa ketika pengabdiannya dibalas dengan tuduhan tak berdasar.
Kapolres mengajak semua elemen, termasuk media dan netizen, untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan konfirmasi sebelum menyebarkan informasi. “Mari kita bangun komunikasi yang sehat. Kami butuh masukan, bukan hujatan,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa Polres Malang akan tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati meski diterpa isu miring. (red)












