Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal, LPK Grand Talent Jalin Kerja Sama Pelatihan dengan Pabrik Boneka PT Monse Internasional Sejahtera

banner 468x60

Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal, LPK Grand Talent Jalin Kerja Sama Pelatihan dengan Pabrik Boneka PT Monse Internasional Sejahtera

KABUPATEN CIREBON — Gantaranews.id – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Grand Talent terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal di Kabupaten Cirebon. Sejak berdiri pada 2021, lembaga yang didirikan oleh tokoh muda Cirebon, Wahyudi, S.Pd., ini berfokus pada penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi untuk membantu pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Monse Internasional Sejahtera, perusahaan manufaktur boneka yang berlokasi di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Dalam kolaborasi ini, LPK Grand Talent menyelenggarakan pelatihan menjahit bagi calon karyawan yang dipersiapkan untuk mengisi posisi operator produksi jahit di perusahaan tersebut.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal yang kompeten. Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pekerjaan, calon tenaga kerja diharapkan memiliki keterampilan teknis dan kesiapan untuk memasuki lingkungan kerja industri.

Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur menuntut calon karyawan memiliki keterampilan praktis, ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti standar operasional produksi. Oleh karena itu, pelatihan menjahit menjadi salah satu upaya strategis untuk mempersiapkan pencari kerja memasuki sektor industri manufaktur, termasuk produksi boneka.
Melalui program ini, LPK Grand Talent mengambil peran sebagai penghubung antara peningkatan keterampilan masyarakat dan kebutuhan rekrutmen industri. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip link and match, yaitu penyelarasan program pelatihan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu memperkecil kesenjangan kompetensi (skills gap) antara keterampilan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pada kesiapan kerja dan peluang penempatan sesuai kebutuhan industri.

Bacaan Lainnya

Wahyudi, S.Pd., Perkuat Kontribusi dalam Pengembangan SDM Cirebon

Sebagai pendiri sekaligus pemilik LPK Grand Talent, Wahyudi, S.Pd., mengambil peran dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi lembaga dalam memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Selain memimpin LPK Grand Talent, Wahyudi juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Cirebon untuk periode 2026–2030. Ia dilantik oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, pada 2026.
Dalam kapasitas tersebut, kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan pengembangan lembaga yang dipimpinnya, tetapi juga dengan upaya pembinaan dan penguatan peran lembaga pelatihan kerja di Kabupaten Cirebon.
Keberadaan HILLSI menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang mendorong koordinasi antarlembaga pelatihan serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan dunia industri. Sinergi tersebut penting agar program pelatihan semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja.

Mendorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Mengurangi Pengangguran

Kerja sama LPK Grand Talent dengan PT Monse Internasional Sejahtera memiliki relevansi strategis dalam upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Dengan mempersiapkan calon operator produksi melalui pelatihan menjahit, program ini membangun jalur yang lebih terarah antara peningkatan keterampilan dan kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

Dari perspektif pembangunan ketenagakerjaan, pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri berpotensi meningkatkan daya saing pencari kerja, memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja, serta mendukung penyerapan tenaga kerja lokal.

Namun, keberhasilan program dalam menekan pengangguran perlu diukur melalui indikator yang jelas, seperti jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan, jumlah peserta yang direkrut, dan keberlanjutan mereka dalam pekerjaan.
Karena itu, konsistensi pelaksanaan program, kesesuaian materi pelatihan, dan evaluasi hasil penempatan menjadi faktor penting agar kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Cirebon, kolaborasi ini dapat menjadi salah satu contoh pendekatan pengembangan tenaga kerja yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi sumber daya manusia lokal.

Kolaborasi Berkelanjutan untuk Masa Depan Tenaga Kerja Cirebon

Ke depan, keberlanjutan kerja sama antara LPK Grand Talent dan PT Monse Internasional Sejahtera berpotensi membuka ruang bagi pengembangan program pelatihan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Kemitraan semacam ini juga memberikan peluang bagi lembaga pelatihan untuk terus menyesuaikan materi pembelajaran, metode praktik, dan standar kompetensi dengan dinamika dunia usaha. Di sisi lain, perusahaan dapat memperoleh akses terhadap calon tenaga kerja yang telah dipersiapkan melalui proses pelatihan keterampilan.

Lebih dari sekadar pelatihan menjahit, kolaborasi ini mencerminkan pentingnya hubungan yang saling mendukung antara lembaga pelatihan dan dunia industri. Lembaga pelatihan berperan menyiapkan kompetensi, sedangkan perusahaan menjadi salah satu pihak yang menentukan kebutuhan keterampilan sesuai karakteristik proses produksinya.

Dengan pendekatan yang terukur, transparan, dan berkelanjutan, LPK Grand Talent diharapkan dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM serta perluasan kesempatan kerja di Kabupaten Cirebon.

Pada akhirnya, pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lowongan pekerjaan, tetapi juga dengan kesiapan masyarakat untuk mengakses peluang tersebut. Melalui sinergi antara lembaga pelatihan dan industri, upaya membangun tenaga kerja lokal yang kompeten, produktif, dan berdaya saing diharapkan semakin kuat.
LPK Grand Talent bersama dunia industri berupaya menjadikan pelatihan sebagai jembatan menuju kesempatan kerja, sekaligus bagian dari langkah berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon. (Why-KC).

Pos terkait