Panglima Tinggi L Spasi & Santri Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon Ikuti Diskusi Ilmiah Dengan Imam Masjid Al Azhar Kairo Mesir

banner 468x60

Ganataranews id, Indramayu – Hubungan kerjasama antara Indonesia (Jawa /Sunda), Mesir (Arab) serta Tiongkok (China) yang tercatat di pustaka Bani Umayyah dan kronik Tiongkok sudah terbangun sejak akhir abad ke 7 permulaan abad ke 8 sekitar tahun 718 & 724 an. Saat pandemi atau wabah menimpa 2 negara tersebut Eyang Sri Baduga Maharaja Malik Al Hindi yang kami sebagai anak keturunannya mengenal beliau dengan sebutan Eyang Indrawarman, raja Kedua Pulomas Sriwijaya, suaminda tercinta dari Eyang Rara Kinanti putri pendiri Kerajaan Galuh Purba Eyang Wretikendayun memberikan bantuan kepada Khalifah Mesir saat itu Eyang Umar Bin Abdul Aziz, cucunda tercinta dari Singa Padang Pasir, Panglima perang terbesar sepanjang masa dalam sejarah tumbuh kembang Islam, sahabat sekaligus mertua pembawa risalah ajaran Islam Eyang Sayyidina Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Eyang Kholifah Umar Bin Khottob.

Dan pada hari Rabu 11 Desember 2024 kemarin Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon mengulang kembali lintasan masa lalu leluhurnya yang telah sukses membangun kerjasama antar bangsa baik dengan bangsa Arab maupun China hingga saat itu di permulaan abad ke 9 Imperium penguasa dunia berpusat di Ibu Kota Kedua Kemaharajaan Galuh Purba atau Manukrawa atau Sunda Empire di barat laut pulau Jawa yang saat ini masuk wilayah Kabupaten Indramayu, tepatnya di Kota Minyak Dunia Balongan. Diskusi ilmiah dengan menghadirkan ulama besar Al Azhar Kairo Republik Mesir YM Syeikh Zakariya Muhammad Marzouk Al Husaini yang digelar di pesantren tempat si sulung yang sejak 2 tahun lalu saya berikan amanat untuk memimpin organisasi sayap atau Lembaga Semi Otonom dari Dewan Pimpinan Pusat Garda Taruna Nusantara (Gantara) sebagai Panglima Tinggi Laskar Santri & Pelajar Bumi Peradaban Wismajati atau L – SPASI Muhammad Habil Saifullah menimba ilmu pengetahuan agama sejak 7 tahun silam dimanfaatkan dengan baik oleh nya sebagai salah satu panitia kegiatan tersebut dengan berfoto bersama ulama besar Mesir yang kerap melakukan safari dakwah ke Indonesia guna menyambungkan sanad Al Qur’annya dan para santri yang ada di negeri ini khususnya di pesantren tempat ia menimba ilmu dan mengabdi ujar Ketua Umum Gantara YM Ageng Gantara yang masyarakat luas mengenalnya dengan nama Asep Syaefulllah, SH., kepada wartawan Gantaranews.id di Posko Kemanusiaan Gantara.

Semoga pelaksanaan kegiatan diatas bisa memacu semangat para santri Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon khususnya si sulung dalam meneruskan perjuangan saya dan para leluhur serta guru-gurunya dimasa yang akan datang, harap YM Ketua Umum Gantara. Sehingga kejayaan dan keemasan 3 ras besar dunia di Kota Minyak Dunia Balongan yaitu bangsa Arab, Sunda / Jawa & China yang 12 abad lalu merupakan pusat Kota Kemaharajaan Galuh Purba atau Manukrawa bisa diulang kembali, aamiin.

Bacaan Lainnya

Pos terkait