Surabaya, Gantaranews.id – Seorang penumpang wanita layanan transportasi online GoCar berinisial SW mengaku diduga ditelantarkan oleh oknum pengemudi berinisial ARS saat perjalanan dari Victory Land Sidoarjo menuju Bakso Bang Disco Surabaya. Peristiwa tersebut menuai perhatian publik, lantaran layanan transportasi Gocar yang dikenal profesional harus tercoreng akibat ulah oknum drivernya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun awak media, SW awal mula korban memesan melalui aplikasi online dan mendapatkan kendaraan Toyota Calya hitam dengan nopol W1356PX dengan driver ARS. Kamis (09/07/2026) sekira pukul 22.39 Wib.
Selama di perjalanan SW memberi saran driver agar melewati jalan alternatif yang searah dengan rute perjalanan karena SW ingin mampir ke sebuah toko namun pihak oknum driver menolak dengan dalih driver ingin mengisi BBM di rest area Tol Sidoarjo dan perjalanan harus sesuai dengan map aplikasi, disitulah awal mula cekcok antara SW dan ARS terjadi.
Perjalanan dari Sidoarjo menuju Surabaya melewati jalan tol, guna menghemat ongkos transportasi SW memberikan kartu E-Toll nya agar tidak ada biaya tambahan, dan disetujui oleh oknum driver tersebut. Namun sesampainya di Surabaya bukannya SW diturunkan ke tujuan SW justru diturunkan di Jalan Jarak Surabaya.
Padahal tujuan untuk perjalanan di Bakso Bang Disco yang berada di jalan Pasar Kembang Surabaya. Selain tidak mengantarkan SW hingga tujuan sebagaimana tercantum dalam aplikasi, oknum driver juga membawa kartu E-Toll milik SW.
Korban menyebut oknum pengemudi menghentikan perjalanan di lokasi yang berbeda dari titik tujuan dan meminta penumpang turun, sehingga korban harus mencari transportasi lain untuk melanjutkan perjalanan.
Korban mengaku mengalami kerugian berupa keterlambatan, ketidaknyamanan, serta merasa dirugikan karena layanan yang dipesan tidak diselesaikan sesuai kesepakatan. Atas kejadian tersebut, korban berharap pihak penyedia layanan transportasi online dapat memberikan penjelasan sekaligus melakukan evaluasi terhadap dugaan tindakan pengemudi.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti alasan pengemudi menghentikan perjalanan sebelum tujuan akhir. Belum ada keterangan resmi dari pengemudi maupun pihak perusahaan terkait dugaan penelantaran tersebut.
Pengamat menilai, apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap standar pelayanan, perusahaan aplikasi transportasi diharapkan menindaklanjuti laporan pelanggan sesuai prosedur yang berlaku. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi daring dinilai sangat bergantung pada kepastian perlindungan dan penyelesaian setiap keluhan pelanggan secara transparan.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian semua pihak agar pelayanan transportasi online tetap mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa. Hingga saat ini, proses klarifikasi dari para pihak masih dinantikan. (yd)












