Foto di unggah 03/12/24 by wahyu
MAKI Jatim Sebut Kemenangan Eri–Armudji dan Risma–Gus Hans Tidak Merepresentasikan Mayoritas Warga Surabaya
Gantaranews.id Surabaya –03 Desember 2024 Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satrio, menyampaikan pandangan kritisnya terkait hasil Pilkada Serentak 2024 di Surabaya. Menurut Heru,
kemenangan pasangan Eri Cahyadi–Armudji dalam Pilwali Surabaya serta pasangan gubernur Risma–Gus Hans tidak mencerminkan dukungan mayoritas warga Surabaya.
Klaim kemenangan ini semu dan abu-abu karena angka Golput dan pemilih kotak kosong mencapai 45% dan 16%. Ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah, yang berarti banyak warga yang tidak merasa terwakili,” ujar Heru, Selasa
Ia menjelaskan bahwa kemenangan Eri–Armudji dan Risma–Gus Hans terutama didorong oleh militansi basis pendukung PDI Perjuangan.
Namun, menurutnya, dukungan dari partai koalisi terlihat stagnan dan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap suara pasangan gubernur Risma–Gus Hans.
“Ini bukan kemenangan yang sepenuhnya representatif.
Jika lebih dari separuh warga memilih kotak kosong, Golput, atau pasangan lain, maka klaim kemenangan hanya mencerminkan suara loyalis, bukan keseluruhan masyarakat Surabaya,” tambahnya.
Heru juga menyoroti keberhasilan pasangan gubernur Khofifah Indar Parawansa–Emil Dardak, yang memperoleh 25,1% suara.
Menurutnya, ini adalah sinyal bahwa pasangan tersebut memiliki basis pendukung yang signifikan di Surabaya.
Sebagai tindak lanjut, Heru mengungkapkan rencana untuk melakukan deklarasi kemenangan simbolis bagi kelompok pendukung kotak kosong serta pasangan Khofifah–Emil.
Deklarasi ini direncanakan berlangsung di Taman Apsari Surabaya setelah pengumuman hasil resmi dari KPU.
Tingkat partisipasi yang rendah ini harus menjadi refleksi bagi semua pihak. Pemimpin yang terpilih perlu menyadari
bahwa mereka menghadapi tantangan besar untuk membangun kepercayaan dan merepresentasikan kepentingan masyarakat yang lebih luas,” tegas Heru.
Dengan tingkat partisipasi yang jauh dari harapan, hasil Pilkada Serentak 2024 di Surabaya menyoroti tantangan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin terpilih untuk menjawab aspirasi seluruh warga, termasuk mereka yang merasa belum terwakili.(Why)







