Foto di unggah media gantaranews.id by saipul
Gantaranews.id Surabaya –14 Febuari 2025 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 sebagai langkah
untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, ini menargetkan berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Edukasi dan Penindakan Jadi Fokus Utama
Kanit Regident Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Dodik Eko Susanto.
menjelaskan bahwa operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelanggar, tetapi juga pada edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Selain memberikan sanksi bagi pelanggar, kami juga mengedukasi mereka agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya,” ujar Iptu Dodik pada Kamis
Satlantas melakukan sosialisasi melalui berbagai cara, termasuk pemasangan spanduk, pembagian brosur, dan penyuluhan langsung kepada pengendara di titik-titik operasi.
Pelanggaran yang Menjadi Sasaran Operasi
Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, kepolisian menargetkan berbagai jenis pelanggaran yang sering menjadi penyebab kecelakaan, di antaranya:
1. Menerobos lampu merah
2. Melawan arus lalu lintas
3. Tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
4. Tidak mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil
5. Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor
6. Mengemudi di bawah umur
7. Menggunakan ponsel saat berkendara
8. Melebihi batas kecepatan yang ditentukan
9. Menggunakan knalpot brong yang mengganggu ketertiban umum
10. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau zat berbahaya lainnya
Hasil Sementara: 95 Pelanggar Terjaring
Dalam beberapa hari pelaksanaan operasi, petugas telah menjaring 95 pengendara yang melakukan berbagai pelanggaran.
Dari jumlah tersebut, 37 pengendara tertangkap menerobos lampu merah, 33 pengendara melawan arus, dan 25 lainnya tidak memakai helm.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi juga demi keselamatan mereka sendiri.
Jangan sampai kecerobohan di jalan berujung kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” tambah Iptu Dodik.
Dampak dan Harapan dari Operasi Keselamatan Semeru 2025
Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Semeru 2025, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak dapat ditekan.
Kesadaran masyarakat dalam berkendara dengan aman dan tertib diharapkan terus meningkat.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Iptu Dodik.
Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak memastikan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.(,gan/Saipul)







