Saumlaki, Gantaranews.id – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjelang pelaksanaan groundbreaking proyek strategis nasional yang dijadwalkan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia bersama sejumlah pejabat setingkat menteri.
Ketua DPD KNPI KKT, Alexander F. Belay, S.Pi, menilai Pemerintah Daerah belum menunjukkan kesiapan yang memadai dalam menyambut momentum nasional yang dinilai sangat penting bagi masa depan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat gaung maupun atmosfer penyambutan yang mampu mencerminkan besarnya agenda tersebut.
”Seharusnya seluruh elemen pemerintahan sudah bergerak membangun semangat masyarakat. Namun yang terlihat justru suasana yang biasa-biasa saja. Momentum sebesar ini tidak boleh disikapi dengan pola kerja yang biasa,” tegas Alexander.
Ia juga menyoroti keberadaan Bupati yang dinilai lebih banyak disibukkan dengan urusan teknis di Jakarta dibanding memimpin langsung koordinasi persiapan di daerah. Menurut Alexander, berbagai urusan teknis semestinya dapat didelegasikan kepada kepala perangkat daerah sehingga Bupati dapat fokus memastikan seluruh aspek persiapan berjalan maksimal.
”Kacau benar pemerintahan ini. Bupati terlalu sibuk mengurus hal-hal teknis yang sebenarnya dapat ditangani oleh kepala dinas. Seorang kepala daerah harus hadir di tengah masyarakat, membangun koordinasi lintas sektor, mengonsolidasikan seluruh OPD, serta memastikan kesiapan daerah menjelang kedatangan Presiden dan para menteri,” ujarnya.
DPD KNPI KKT menilai kehadiran Bupati di daerah sangat penting untuk memperkuat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, KNPI juga mengkritik minimnya dukungan yang ditunjukkan Pemerintah Daerah. Menurut Alexander, dukungan tidak cukup diwujudkan melalui pemasangan baliho ucapan selamat oleh pemerintah daerah, tetapi harus dibarengi dengan langkah nyata yang mampu menggerakkan seluruh perangkat pemerintahan hingga tingkat desa.
”Groundbreaking ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum strategis yang akan menentukan arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Apabila pemerintah tidak mampu membangun antusiasme masyarakat sejak sekarang, maka daerah akan kehilangan kesempatan emas untuk menunjukkan kesiapan di hadapan pemerintah pusat,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen mendukung suksesnya agenda nasional tersebut, DPD KNPI KKT mendesak Bupati Kepulauan Tanimbar segera mengambil langkah konkret dengan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memasang baliho dukungan di kantor masing-masing, mengarahkan seluruh pemerintah desa untuk turut menciptakan suasana penyambutan di wilayahnya, serta mengajak seluruh instansi vertikal berpartisipasi aktif membangun atmosfer kebersamaan menjelang pelaksanaan groundbreaking.
Alexander menegaskan bahwa kritik yang disampaikan KNPI bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar momentum bersejarah tersebut benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
”Kami ingin momentum ini sukses dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah harus bergerak cepat, membangun koordinasi yang kuat, dan menunjukkan kepemimpinan yang hadir di tengah rakyat. Jangan sampai kesempatan bersejarah ini berlalu tanpa persiapan yang maksimal,” pungkasnya. (red)
Groundbreaking Blok Masela di Depan Mata, KNPI Desak Bupati Fokus di Tanimbar












