RIBUAN SISWA MELUBER, SMKN KUDU JOMBANG GELAR MAULID NABI DENGAN PENUH KEKHIDMATAN

banner 468x60

*Kepala Sekolah Kudu JombangJadikan Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah, Bukan Sekadar Seremonial*

*Jombang, GantaraNews.id – 4 September 2026* – Suasana religius menyelimuti SMK Negeri Kudu, Jombang. Ribuan siswa, guru, dan karyawan memadati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Aula Sandhyakala, Jumat (4/9/2026). Tingginya antusiasme membuat aula tak mampu menampung, hingga peserta meluber hingga ke halaman luar sekolah.

Acara dibuka dengan lantunan sholawat merdu dari grup banjari sekolah yang menggelegar, disusul pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara khusyuk. Seluruh hadirin memanjatkan doa agar momentum peringatan ini membawa keberkahan bagi keluarga besar SMKN Kudu.

Bacaan Lainnya

*TELADANI AKHLAK RASULULLAH, BUKAN SEKADAR SEREMONIAL*
Kepala SMKN Kudu, *Erna Kusrini, M.Pd.*, menegaskan peringatan Maulid Nabi harus menjadi penggerak perubahan karakter, bukan hanya kegiatan rutin tahunan.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk mempelajari dan meneladani akhlak Rasulullah, seperti sifat jujur, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekolah,” tegas Erna Kusrini dalam sambutannya.

Ia berpesan agar pengamalan akhlak mulia dimulai dari hal-hal kecil.
“Sekolah berkomitmen menanamkan karakter ini sebagai bekal kalian dalam bermasyarakat kelak,” tambahnya.
*CERAMAH KOCAK TAPI MENUSUK HATI*
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah yang dipimpin *Ust. Mujahim, S.Pd.I.*

Memasuki sesi Mauidhoh Hasanah, *Ust. Ipung Kurniawan, S.Pd.I.* berhasil mencuri perhatian. Dengan gaya ceramah yang santai dan guyonan segar, pesan agama yang disampaikan terasa ringan namun mengena ke relung hati para siswa.

“Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah sepatutnya kita memperingati hari kelahirannya. Jika kita merayakannya dengan ikhlas dan penuh cinta, kelak kita akan mendapatkan syafaat beliau di hari akhir,” tutur Ust. Ipung.

*PUNCAK MAHALUL QIYAM, LUAPAN RINDU PADA NABI*

Puncak acara ditutup dengan pembacaan Mahalul Qiyam yang dipandu *Ust. Hendrik Hermansyah, S.Pd.I.*

Seluruh siswa dan dewan guru berdiri serentak melantunkan sholawat. Momen itu menjadi luapan rindu dan bentuk penghormatan tertinggi kepada Sang Kekasih Allah.

“Tidak ada rasa syukur yang lebih besar daripada diberi kesempatan hadir dan merasakan khidmatnya peringatan Maulid Nabi. Semoga rasa cinta ini tak pernah pudar,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, berharap akhlak Rasulullah dapat menjadi pedoman bagi seluruh civitas akademika SMKN Kudu dalam belajar dan berkarya.

Korwil Jatim ; Imam Solikin .SE

Pos terkait