GERAM! RATUSAN PEDAGANG PASAR BANDAR MOGOK JUALAN, TOLAK KEBIJAKAN “CEKIK” DARI PERUMDA JOYOBOYO

banner 468x60

_Retribusi Saat Libur, Portal Bayar, Hingga Sewa Kios Naik Jadi Pemicu. Pedagang: “Mau Dimatikan Apa Hidup?”_

KEDIRI Kediri gantara.news.id* – Pasar Bandar lumpuh!* Ratusan pedagang lantai 1 dan 2 memilih *mogok jualan serentak* pada *Selasa, 1 September 2026* sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan *Perumda Pasar Joyoboyo* yang dinilai mencekik leher.

Seharian penuh, lapak-lapak di Pasar Bandar tampak tutup rapat. Aktivitas jual beli mati total. Ini bukan tanpa sebab.

Bacaan Lainnya

TUNTUTAN PEDAGANG: HENTIKAN KEBIJAKAN TIDAK MASUK AKAL!*
Para pedagang kompak menunda pembayaran retribusi dan menyuarakan 4 tuntutan utama:

1. *Retribusi Parkir Mencekik*: Tarif kendaraan pengunjung memberatkan. Pengunjung sudah sepi, malah dipajaki.
2. *Rencana Portal Berbayar*: Akses masuk pasar akan dipersulit dan dipungut biaya. “Niatnya mau ramai atau mau sepi sekalian?”
3. *Sewa Kios Mahal*: Beban biaya sewa terus naik tanpa diimbangi daya beli.
4. *Tagihan Saat Libur*: Paling konyol. Pedagang yang tidak jualan atau sakit tetap ditagih retribusi. “Ini pasar atau rentenir?”

*”Kami mogok ini bentuk solidaritas. Kami minta Perumda Joyoboyo duduk bareng, jangan bikin kebijakan dari atas meja saja”*, ujar salah satu pedagang.

*PENGUNJUNG IKUT BERAT*
Keluhan juga datang dari pembeli. *Pak Hadi*, salah satu pengunjung mengaku keberatan dengan pungutan parkir.
*”Pasar sudah sepi. Kalau akses makin dipersulit dan bayar terus, siapa yang mau belanja? Kasihan pedagang kecil”*, keluhnya.

*TUNTUT DIALOG TERBUKA*
Para pedagang mendesak *Perumda Pasar Joyoboyo, Pemkot Kediri, dan DPRD Kota Kediri* segera membuka ruang dialog. Mereka menolak kebijakan sepihak yang hanya menguntungkan pengelola tapi mematikan pedagang.

“Pasar Bandar ini urat nadi ekonomi rakyat kecil. Jangan sampai mati karena kebijakan yang tidak berpihak”*, tegas perwakilan pedagang.

Aksi mogok ini ditegaskan hanya 1 hari. Mulai Rabu, 2 September 2026 aktivitas jual beli akan kembali normal. Tapi jika tuntutan tidak digubris, pedagang mengancam akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar.

“Kami butuh solusi, bukan surat tagihan. Kami butuh pasar hidup, bukan pasar mati”

Jurnalis : Imam Solikin.SE.

Pos terkait