Persiapan Maksimal, KPU dan Polrestabes Surabaya Gelar Simulasi Pilkada Serentak 2024

banner 468x60

Foto di unggah 22/11/24 by is Persiapan Maksimal, KPU dan Polrestabes Surabaya Gelar Simulasi Pilkada Serentak 2024

Gantaranews.id Surabaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya bersama dengan Polrestabes Surabaya menggelar simulasi Pilkada Serentak 2024 pada Jumat pagi (22/11) sebagai langkah konkret dalam memastikan kesiapan teknis dan kelancaran pemungutan suara. Acara simulasi ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Surabaya, petugas pemilu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Simulasi yang dilaksanakan di salah satu lokasi di Surabaya ini melibatkan seluruh aspek teknis pemilu, mulai dari persiapan tempat pemungutan suara (TPS), distribusi surat suara, penghitungan hasil pemilu, hingga pengamanan suara. Ketua KPU Kota Surabaya, Suprayitno, dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Lutfi Sulistiawan,

membuka acara simulasi tersebut dengan harapan dapat mempersiapkan seluruh pihak terkait untuk melaksanakan Pilkada yang lancar dan aman.“Simulasi ini bertujuan untuk melatih petugas pemilu agar lebih siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada hari H. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa koordinasi antar penyelenggara pemilu dan aparat keamanan berjalan dengan baik,” ungkap Kombes Lutfi dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Simulasi ini mencakup pelatihan intensif mengenai pengelolaan TPS yang mencakup pembukaan, distribusi surat suara, dan penghitungan suara. Seluruh petugas yang terlibat diberi arahan rinci mengenai prosedur yang harus diikuti untuk menjaga kelancaran proses pemilu yang transparan, adil, dan tidak ada kecurangan.

Salah satu fokus penting dalam simulasi ini adalah pengamanan di TPS. Kapolrestabes Surabaya menjelaskan bahwa sebanyak 906 personel gabungan dari Polrestabes, Polsek, dan BKO akan dikerahkan untuk menjaga 3.184 TPS di seluruh Kota Surabaya.

Pengamanan akan dilakukan sejak awal hingga akhir pemungutan suara, termasuk pengawalan kotak suara dan pengawasan ketat untuk menghindari potensi kerawanan.

Keamanan adalah prioritas kami, karena kami ingin memastikan semua warga dapat menyalurkan hak suaranya dengan aman. Kami telah menyiapkan personel untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul,” kata Kombes Lutfi.

Selain itu, Suprayitno juga menekankan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Kami menargetkan tingkat partisipasi mencapai 80 hingga 90 persen. Sosialisasi yang kami lakukan melalui simulasi ini bertujuan agar masyarakat tahu betul bagaimana proses Pilkada berjalan dan merasa lebih percaya diri untuk datang ke TPS,” ujar Suprayitno.

Tak hanya itu, KPU Surabaya juga berfokus pada persiapan rekapitulasi hasil pemilu. Proses pengumpulan dan penghitungan suara di tingkat kecamatan dan kota harus dilakukan dengan cepat, akurat, dan transparan.

KPU Surabaya mengharapkan agar petugas KPPS dapat melaksanakan tugas dengan baik, termasuk memotret hasil di formulir plano dan mengunggahnya ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Si rekap).

Simulasi ini mendapat dukungan penuh dari Polrestabes Surabaya yang turut berpartisipasi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. “Kolaborasi yang kuat antara penyelenggara pemilu dan aparat keamanan sangat penting untuk menciptakan Pilkada yang aman, tertib, dan sesuai dengan prinsip demokrasi,” kata Suprayitno.

Dengan dilaksanakannya simulasi ini, KPU dan Polrestabes Surabaya berharap dapat mengantisipasi segala potensi kendala teknis dan menjaga agar Pilkada Serentak 2024 di Surabaya berjalan dengan lancar.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi dan pemilu yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.(,is,)

Pos terkait