Polisi Dalami Kasus Perundungan Siswa SMP di Surabaya, Pendampingan Korban Dilakukan

banner 468x60

Keterangan foto di unggah 11/12/24 by Wati

Polisi Dalami Kasus Perundungan Siswa SMP di Surabaya, Pendampingan Korban Dilakukan

Gantaranews .id Surabaya – 11 Desember 2024 Kepolisian terus mendalami kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa SMP Negeri di Surabaya.

Korban, berinisial CW (14), sebelumnya melaporkan insiden tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah video aksi perundungan terhadapnya beredar luas di media sosial.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M. Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyelidikan dimulai sejak laporan diterima pada

Hingga kini, sembilan saksi telah diperiksa, termasuk pihak korban, terlapor, dan sekolah tempat peristiwa terjadi.

Kami sudah memeriksa sembilan saksi untuk mengumpulkan bukti dan memperjelas kronologi kasus.

Selain itu, kami juga bekerja sama dengan DP3APPKB untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban,” kata AKP Prasetyo,

Langkah pendampingan ini dilakukan untuk membantu korban mengatasi dampak psikologis yang dialaminya.

Pemeriksaan psikiatri juga tengah dijalankan sebagai bagian dari upaya memahami dampak emosional yang mungkin dirasakan korban pasca perundungan.

Kami sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini, mengingat korban masih anak di bawah umur.

Penanganan yang keliru dapat memperburuk kondisi korban,” tambahnya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah video perundungan diunggah ke media sosial dan menuai kecaman luas.

CW, dalam keterangannya, mengaku telah mengalami tindakan perundungan berulang hingga akhirnya melapor ke pihak berwajib.

Polisi berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan profesional. Kami akan memastikan semua pihak yang

terlibat diperiksa secara adil.Laporan ini akan ditindaklanjuti hingga tuntas demi memberikan rasa keadilan bagi korban dan mencegah perundungan serupa di masa depan,” tegas AKP Prasetyo.

Hingga kini, proses penyelidikan terus berjalan, dan pihak kepolisian berjanji akan mengambil langkah terbaik

untuk melindungi hak-hak korban sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku.(Wati)

Pos terkait