Ada Apa Dengan Intern PDI Perjuangan Hingga Ketua DPC Surabaya Dibebas Tugaskan Mendadak

banner 468x60

Surabaya, Gantaranews.id – Sosok Adi Sutarwijono (Awi) yang duduk diketua DPC Surabaya PDI Perjuangan periode 2024-2029, harus legowo dan menerima konsekuensi pahit efek dari gesekan dua gerbong, yang akhirnya menjadi muara panas internal partai.

Tidak tanggung tanggung, DPD Jatim PDI Perjuangan langsung membebas tugaskan Awi dari Ketua DPC. Selain Awi ada juga Achmad Hidayat yang dibebas tugaskan dari Wakil Sekertaris Bidang Program, sedangkan Baktiono selaku Sekertaris DPC Surabaya dan  Bendahara Taru Sasmito hanya mendapat sangsi peringatan.

DPD Jatim melakukan hal tersebut dikarenakan  menindak lanjuti dari surat DPP PDI Perjuangan tertanggal 30 April 2025. Terkait evaluasi kinerja DPC seluruh Jawa Timur.

“Ada surat DPP per tanggal 30 April 2025. Sehingga ini menjadi tindak lanjut kita hari ini. DPP memberikan evaluasi kinerja DPC seluruh Jatim, termasuk Surabaya dan sebagainya. DPC Kota Surabaya dapat perhatian DPP, ada kinerja yang kurang bagus. Ada pelurusan dan ada sanksi. Tidak menggembirakan terkait konsolidasi partai. Evaluasi utama KSB, ketua, sekretaris dan bendahara,” tutur Kanang dalam konferensi pers kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Jatim Jalan Kendangsari Surabaya, Jumat (2/5/2025).

Bacaan Lainnya

Terlepas dari itu, pembebasan tugaskan  Awi sebagai Ketua DPC, dan Achmad Hidayat sebagai Wakil Sekertaris Bidang Program  menimbulkan suatu tanda tanya besar di arus bawah (akar rumput) kader  PDI Perjuangan khususnya di kota Surabaya ini.

Ditempat terpisah, menurut salah seorang pengamat politik di Surabaya ini menyebutkan. Apa yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan sebenarnya hal yang biasa dan itu mutlak kewenangan dan urusan intern  Partai.

Tetapi pembebasan Tugasan Awi serta Achmad Hidayat jelas akan menimbulkan tanda tanya bagi kader yang berada di akar rumput, ada apa dan kenapa sosok Awi yang baru menjabat ketua DPC Surabaya periode 2024-2029 tiba tiba dibebas tugaskan, dan sosok Achmad yang justru melaporkan dugaan penyelewengan dana Banpol ke DPP juga harus menanggung hal sama dengan Awi ?.

“Anomali dan gejolak yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan ini kalau masyarakat awam melihat, ini adalah bentuk kepanikan PDI Perjuangan. Bahkan beberapa masyarakat meindikasikan hubungan kurang harmonisnya dua orang kuat di Surabaya, hingga menyeret sampai ke intern Partai mereka. Kan dua duanya diusung oleh Partai yang sama,” ujar laki laki yang mempunyai gaya eksentrik ini.

“Achmad Hidayat yang melaporkan  ke DPP terkait dugaan penyelewengan dana Banpol, dan Awi yang baru setahun terpilih lagi menjadi Ketua DPC Surabaya. Kenapa dibebas tugaskan, ? ada apa ?. Tetapi terlalu riskan kalau urusan intern Partai seperti ini dikorelasikan dengan rumor pertarungan dua gerbong besar untuk kursi DPC Surabaya, meski bukan beliau beliaunya yang duduk langsung,” tambahnya. (why)

Pos terkait