Peringati Hari Keadilan Internasional, MAKI Jatim Tak Akan Lelah Mengejar Matahari Semangat Lawan Korupsi dan Tegakkan Hukum

banner 468x60

Sidoarjo, Gantaranews.id – Memperingati Hari Keadilan Internasional yang jatuh pada 17 Juli 2026, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur (Korwil Jatim) kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal tegaknya supremasi hukum, keadilan, serta pemberantasan korupsi di Indonesia.

Melalui tema besar “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari”, MAKI Jatim memaknai matahari sebagai simbol harapan, kebenaran, kejujuran, dan keadilan yang harus terus diperjuangkan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa perjuangan melawan praktik korupsi tidak boleh berhenti hanya karena adanya tekanan, intimidasi, maupun berbagai kepentingan yang berpotensi menghambat proses penegakan hukum.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, S.Ip, menegaskan bahwa Hari Keadilan Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa keadilan merupakan hak fundamental setiap warga negara yang harus diwujudkan tanpa diskriminasi.

‎“Keadilan adalah cahaya yang menuntun langkah kita. Selama masih ada ketidakadilan, kami tak akan berhenti berjuang,” tegas Heru Satriyo.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, praktik korupsi masih menjadi ancaman serius terhadap pembangunan nasional karena tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang merata, serta kesejahteraan yang berkeadilan.

‎Heru menilai bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pengawas, media massa, akademisi, dan masyarakat sipil. Seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

MAKI Jatim juga menegaskan bahwa pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih. Oleh sebab itu, organisasi tersebut menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian, investigasi, advokasi, penyampaian informasi kepada publik, serta mendorong penegakan hukum yang profesional, objektif, dan berlandaskan bukti.

Dalam peringatan Hari Keadilan Internasional 2026, MAKI Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut menyuarakan kebenaran, berani melaporkan dugaan tindak pidana korupsi melalui mekanisme yang berlaku, serta ikut menjaga integritas di lingkungan masing-masing.

Bagi MAKI Jatim, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan gerakan moral seluruh anak bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bersih, berkeadilan, dan bermartabat.

Dengan mengusung semangat “Lawan Korupsi | Tegakkan Keadilan | Selamatkan Negeri”, MAKI Jatim berharap Hari Keadilan Internasional menjadi pengingat bahwa cita-cita mewujudkan keadilan sosial harus terus diperjuangkan secara konsisten, berkelanjutan, dan berdasarkan prinsip negara hukum.

‎Di akhir pernyataannya, Heru Satriyo menegaskan bahwa MAKI Jatim akan tetap menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta mendukung setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, independen, transparan, dan berkeadilan.

‎“Perjuangan menegakkan keadilan tidak mengenal kata selesai. Selama masih ada korupsi yang merugikan rakyat, selama tidak ada ketidak adilan yang menyakiti masyarakat, MAKI Jatim akan tetap berdiri di garis terdepan. Kami tidak akan lelah mengejar matahari, karena keadilan adalah masa depan Indonesai, ” pungkas Heru MAKI. (red)

Pos terkait