Penutupan Saluran Irigasi oleh Pengembang Perumahan di Jumputrejo Picu Kekhawatiran Warga akan Banjir

banner 468x60

Foto di unggah 06/10/24 by maya

Gantaranews ,id Sidoarjo – Warga Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, menyuarakan kekhawatirannya terkait dengan penutupan saluran irigasi oleh pengembang perumahan Taman Sukodono Village. Penutupan saluran irigasi yang dilakukan oleh pihak pengembang

PT. Fast Kahuripan, memicu protes dari masyarakat setempat karena dianggap dapat meningkatkan risiko banjir saat musim hujan tiba.

Joni SE, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jumputrejo, menyatakan bahwa saluran irigasi yang seharusnya berfungsi untuk mengalirkan air kini telah ditutup dan diurug oleh pengembang.

Bacaan Lainnya

Area yang seharusnya menjadi jalur air tersebut kini dibangun taman dan dipagari, sehingga fungsinya sebagai saluran irigasi hilang.

Kami sudah turun langsung ke lokasi dan melihat sendiri bahwa tanah irigasi yang penting bagi wilayah ini sudah tertutup oleh urugan. Padahal, ini adalah saluran penting untuk mencegah banjir,” ungkap Joni.

Setelah menerima keluhan dari warga, BPD langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan mengadakan pertemuan pada 18 September 2024.

Dalam rapat tersebut, pihak pengembang menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan fungsi irigasi dalam waktu tiga bulan. Namun, BPD mendesak agar pengembang mempercepat proses tersebut sebelum musim hujan tiba, guna menghindari bencana banjir yang dapat merugikan masyarakat sekitar.

Satu hal yang kami tekankan adalah pentingnya percepatan dalam pengembalian fungsi irigasi. Kami tidak ingin ada masalah yang lebih besar seperti banjir yang bisa merusak rumah warga,” tambah Joni.

Selain itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Sidoarjo,

Sutejo, juga ikut memberikan peringatan kepada pengembang. Ia menegaskan agar pengembang tidak mengabaikan hak-hak masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan meminta agar masalah ini segera dituntaskan.

Kami sudah meminta pengembang untuk tidak melupakan tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan. Saluran irigasi sangat penting untuk daerah ini, terutama menjelang musim hujan,” tegas Sutejo.

Protes warga Dusun Keling ini mencerminkan kekhawatiran yang nyata akan dampak pembangunan yang mengabaikan fungsi infrastruktur alam, seperti saluran irigasi. Warga berharap pemerintah dan pengembang dapat segera menemukan solusi

untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah mereka.(Maya)

 

Pos terkait