Tawuran di Kya-Kya: Tujuh Pemuda Diamankan, Situasi Kembali Kondusif

banner 468x60

Foto di unggah 05/12/24  by Wati

Tawuran di Kya-Kya: Tujuh Pemuda Diamankan, Situasi Kembali Kondusif

Gantaranews.id Surabaya, 5 Desember 2024 – Kawasan Kya-Kya, Surabaya, kembali mencuri perhatian setelah menjadi lokasi tawuran pada Kamis dini hari,

insiden yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ini melibatkan sejumlah pemuda hingga mengundang perhatian warga setempat yang langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Menanggapi laporan dari Command Center Polrestabes Surabaya,

Tim Jogoboyo Patroli Perintis Presisi segera bergerak ke lokasi. Tawuran diduga melibatkan kelompok pemuda beratribut perguruan silat PSHT yang sedang berkonvoi melewati kawasan Kota Tua Kya-Kya.

Bentrokan terjadi dengan sekelompok pemuda lain yang sedang berada di area tersebut.

Penangkapan dan Barang BuktiPolisi berhasil mengamankan tujuh pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran.

Mereka adalah YP (27), MR (19), AP (17), AR (17), AZ (16), MF (18), dan OK (16).

Selain itu, petugas juga menyita tiga unit sepeda motor dan enam unit ponsel yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Kami melakukan pengamanan untuk memastikan tidak ada eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Aipda Anto Ibnu, pemimpin patroli Tim Jogoboyo.

Proses Hukum ketujuh pemuda tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya. Penyidik akan mendalami motif tawuran,

termasuk kemungkinan adanya provokasi atau pengaruh pihak lain yang terlibat.

Situasi Kembali Kondusif Setelah penangkapan dilakukan, kondisi di kawasan Kya-Kya dilaporkan kembali normal.

Warga yang sebelumnya khawatir atas insiden tersebut kini merasa lebih tenang berkat kehadiran aparat keamanan yang terus melakukan patroli rutin di area tersebut.

Polrestabes Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan segera melaporkan jika melihat aktivitas yang mencurigakan.

Kami berkomitmen menjaga keamanan kota dengan tindakan preventif maupun penegakan hukum,” tegas Aipda Anto.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di ruang publik demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua pihak.(Wati)

Pos terkait