Pingin Jadi Polisi Warga Penompo Mojokerto Diduga Palsu KTP

banner 468x60

Mojokerto, Gantaranews.id – Entah apa yang ada dibenak pemuda (DHS) asal desa Penompo, Mojokerto ini, mencantumkan pekerjaan nya sebagai ‘anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri)’ di data Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.

Entah dia mencetak nya sendiri atau, dari Kecamatan setempat yang mengeluarkan KTP tersebut. Yang jelas menurut salah satu sumber bahwa DHS bukanlah seorang anggota Polisi, melainkan cuma sebagai mitra Polisi.

Selain itu juga jika berkenalan dengan perempuan, DAS selalu mengaku sebagai Polisi dari kesatuan Reserse Kriminal (Reskrim) unit narkoba.

“Dari pengakuannya pertama berkenalan dengan perempuan dia mengaku sebagai Reserse Narkoba berdinas disalah satu Polsek kabupaten Mojokerto” ujar sumber yang tidak mau disebutkan.

Bacaan Lainnya

“Belakangan ini diketahui Polsek yang diakui DHS berdinas, adalah Polsek Mojo Anyar.” Tambahnya.

Namun ketika dikonfirmasi Plt. Kanit Reskrim, Mojo Anyar Aipda. Listiyono melalui sambungan telpon WhatsApp, tentang kebenaran DHS sebagai anggota Polisi  yang berdinas di Mojo Anyar, Listtiyonobdengan tegas menjawab bukan anggota Polsek Mojo Anyar.

Sedangkan DHS sendiri ketika dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, hanya menjawab ya sebentar, namun setelah ditunggu lama tidak ada pesan whats App lagi dan berkesan diam. (Why)

Pos terkait