Pentingnya Pengawasan Orang Tua dan Pendidikan untuk Cegah Ngelem di Kalangan Remaja

banner 468x60

Foto di unggah 12 januari 2025 by bagas

Gantaranews.id Surabaya, 11 Januari 2025 – Maraknya perilaku ngelem di kalangan remaja, khususnya di kalangan siswa SMA di Surabaya, menjadi perhatian serius banyak pihak.

Video viral yang menunjukkan sejumlah remaja melakukan aktivitas ngelem di dekat sekolah baru-baru ini memicu kekhawatiran terkait dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan fisik dan mental mereka.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan peran pendidikan dalam mencegah perilaku menyimpang ini.

Bacaan Lainnya

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa remaja terlihat duduk di pinggir jalan dan menghirup lem dari wadah yang mereka bawa.

Aktivitas tersebut, meskipun tampak sepele, dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, seperti gangguan pada sistem saraf, kerusakan otak, dan masalah perilaku jangka panjang.

Lilik Hendarwati, yang juga Ketua Fraksi PKS di DPRD Jawa Timur, menyatakan keprihatinannya atas fenomena ini dan menyerukan agar orang tua dan pendidik lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka.

Peran Orang Tua dalam Pengawasan

Lilik Hendarwati menegaskan bahwa orang tua memegang peranan penting dalam mencegah perilaku negatif pada anak-anak.

Pengawasan yang ketat, komunikasi yang baik, serta menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan penuh kasih sayang dapat membantu anak-anak terhindar dari pengaruh buruk di luar rumah.

Kepada orang tua, saya mengajak untuk lebih peduli dan aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka.

Jangan hanya mengandalkan sekolah, karena pengaruh lingkungan rumah dan keluarga juga sangat besar dalam membentuk karakter anak,” ujar Lilik.

Ia menambahkan bahwa orang tua perlu lebih sering berbicara dengan anak-anak mereka.

memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan zat berbahaya seperti lem, serta mendampingi mereka dalam memilih pergaulan yang positif.

Pendidikan sebagai Kunci Pencegahan Selain peran orang tua, Lilik juga menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam mencegah perilaku ngelem.

Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Program pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai positif, keterampilan hidup, serta pemahaman tentang bahaya narkoba dan zat berbahaya lainnya harus lebih digencarkan.

Pendidikan tidak hanya mengajarkan mata pelajaran akademik, tetapi juga harus mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Sekolah harus menjadi tempat yang mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa agar mereka tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang merugikan,” tambah Lilik.

Kolaborasi Semua Pihak Lilik Hendarwati juga menekankan perlunya kolaborasi antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat

untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi remaja.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menyediakan lebih banyak fasilitas dan kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi remaja, seperti olahraga, seni, dan program keterampilan.

Harapan saya, dengan kolaborasi yang baik antara semua pihak, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung remaja.

untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan terhindar dari perilaku negatif seperti ngelem,” ujar Lilik.

Solusi Jangka Panjang pendek juga mengajak semua pihak untuk tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek,

tetapi juga mencari solusi jangka panjang yang dapat mengatasi masalah ini secara menyeluruh.

Pembinaan karakter sejak dini, pendidikan yang berbasis pada pengembangan diri, dan pengawasan yang lebih ketat dari orang tua dan sekolah akan memberikan dampak positif bagi masa depan remaja.

Dengan perhatian dan tindakan bersama, diharapkan perilaku ngelem yang marak di kalangan remaja dapat diminimalisir,

sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang cerah.(Gn/bgs)

Pos terkait