Kepala Gudang di Surabaya Ditangkap, Terlibat Pencurian Rp 172 Juta di CV Hanaa Jaya

banner 468x60

Foto di unggah kopsek asamrowo bersama tersangka 15/10/24 by bagas

Gantaranews .id Surabaya – Kasus pencurian besar yang merugikan perusahaan CV Hanaa Jaya akhirnya terungkap. Kepala gudang perusahaan tersebut, berinisial LAH (48), ditangkap oleh Polsek Asemrowo setelah diduga kuat sebagai otak di balik pencurian yang berlangsung selama sepuluh hari, dari 11 hingga 21 September 2024. Total kerugian yang dialami perusahaan mencapai hampir Rp 172 juta.

Kapolsek Asemrowo melalui Kasi Humas, Iptu Suroto, menyampaikan bahwa pencurian ini melibatkan sejumlah barang berharga, terutama peralatan rumah tangga dan kosmetik.

Barang-barang yang diambil termasuk 100 Rice Bucket 17L merek Tri J, 200 Rak Kosmetik 3 Susun, Rak Sepatu 10 Layer, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lain seperti Tudung Saji dan Piring Rotan Anyam. Salah satu barang paling mahal yang dicuri adalah Rice Bucket 17L merek Kim,” ujar Iptu Suroto.

Bacaan Lainnya

Kecurigaan muncul ketika perusahaan menemukan sejumlah barang hilang tanpa penjelasan. Setelah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, polisi melakukan penyelidikan mendalam, termasuk meninjau rekaman CCTV yang akhirnya mengarah pada tersangka LAH, warga Perumahan Grand Surya, Sidoarjo.

Polisi menangkap LAH pada 11 Oktober 2024 pukul 13.00 WIB. Selama pemeriksaan, LAH mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa hasil pencurian telah dijual, dengan sebagian uang hasil penjualan berhasil disita sebagai barang bukti.

Kami telah mengamankan beberapa barang bukti berupa uang hasil penjualan barang curian dan beberapa barang yang sempat dicuri,” tambah Iptu Suroto.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif lebih dalam dari aksi pencurian tersebut. Pelaku kini ditahan di Polsek Asemrowo untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di area pergudangan, guna menghindari kejadian serupa di masa depan.( Bgs )

Pos terkait