Mojokerto, Gantaranews id – Tanggapan. Kanit Reskrim, Mojo Anyar- Mojokerto Aipda. Listiyono mengenai DHS mengaku ‘mitra polisi’ dan memalsukan data KTP dengan menambahkan pekerjaan sebagai Anggota Polri.
Rabu (23/1/2025), melalui sambungan seluler aplikasi Whatsapp Listiyono menjelaskan, kalau perihal KTP Pihak Polsek dan dirinya tidak tahu, namun pernah DHS bersama seorang perempuan datang ke Polsek Mojo Anyar.
Kedatangan DHS dan seorang perempuan bermaksud, agar Polsek memediasi dan membuatkan surat pernyataan permasalahan kedua nya berpisah dengan baik-baik dan masing masing tidak saling mengganggu.
Masih Listiyono, dengan disaksikan oleh kedua orang tua pihak DHS, akhirnya Polsek bersedia membuatkan surat pernyataan untuk ditandatangani oleh DHS dan kekasihnya, namun saat itu kekasih DHS mengalami sesak nafas dan dilarikan ke rumah sakit oleh anggota Polsek Mojo Anyar.
“Iya sebelumnya si perempuan mendatangi rumah DHS, lalu mereka berdua dengan didampingi orang tua DHS datang ke Polsek. Guna minta dibuatkan surat pernyataan untuk pisah baik baik dan tidak saling mengganggu,” ujar Listiyono
“Setelah surat dibuatkan dan mau ditanda tangani, si perempuan merasa sakit dan sesak nafas. Akhir nya sama anggota Polsek diantar ke Rumah Sakit dan DHS mengikutinya. Setelah itu di tinggal dan mereka pulang sendiri berdua, intinya ini masalah asmara,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah permasalahan DHS dengan kekasihnya ada korelasinya dengan pemalsuan KTP dan mengaku nya DHS sebagai Reskrim Narkoba dair Polsek Mojo Anyar. Listiyono tidak mengetahuinya,
“Kalau perihal KTP saya kurang tahu, dan saya akan cari DHS maunya apa, dan kalau dia mengaku sebagai anggota Polsek Mojo Anyar itu namanya kurang ajar. Dan akan kami tidak jika kalau memang terbukti.” Ujar Listiyono.
Sedangkan menurut sumber didapat, ketika mediasi si perempuan ini hanya meminta DHS membuat surat permohonan maaf secara tertulis dan sampai saat ini belum juga membuat.
“Mediasi itu terjadi karena darin pengakuan perempuan, sering mendapat perlakuan kasar dari DHS dan itu tidak sekali. Namun si perempuan tidak melapor, siapa tahu bisa diselesaikan dengan baik baik,” menurut sumber yang tidak mau disebut namanya.
Sampai berita ini ditayangkan Camat Mojo anyar masih belum bisa dikonfirmasi apakah KTP DHS hasil cetak kecamatan atau DHS mencetak dan menambahi sendiri font tulisan di KTP. (Why)







