GDG Surabaya Gelar Build with AI 2026, Ratusan Peserta Antusias Dalami Teknologi AI

Oplus_131072
banner 468x60

Surabaya, gantranews.id – Organisasi komunitas teknologi Google Developer Groups (GDG) Surabaya sukses menggelar acara Build with AI (BWAI) Surabaya 2026 selama dua hari pada Jumat-Sabtu, 22-23 Mei 2026 di Institusi Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) dan Indosat Ooredoo Hutchison Gerai IM3 Kayoon, Surabaya.

Kegiatan tahunan yang diinisiasi Google tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia. Acara ini terselenggara melalui kolaborasi GDG Surabaya bersama Indosat Ooredoo Hutchison, Institusi Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), serta Suara Surabaya (SS).

BWAI Surabaya 2026 dirancang sebagai ruang kolaboratif interaktif yang membimbing peserta dalam menciptakan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Agenda ini juga menjadi bentuk kepedulian Google terhadap perkembangan teknologi dengan memberikan pemahaman mengenai penerapan AI di berbagai sektor industri.

Bacaan Lainnya

Pada hari pertama, kegiatan digelar di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) yang berfokus pada pengenalan konsep AI secara komprehensif yang disampaikan langsung oleh para pakar nasional dengan pendekatan ringan dan mudah dipahami, sehingga cocok bagi developer pemula.

Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Dr. Ir. FX Fernandus, M.T.

Sementara itu, pada hari kedua acara diisi dengan sambutan dari perwakilan GDG Surabaya, Indosat Surabaya, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, serta ISTTS. Materi yang disampaikan pada sesi ini lebih mendalam dan ditujukan bagi profesional, arsitek perangkat lunak, hingga praktisi IT senior yang berfokus pada skalabilitas, keamanan, dan deployment sistem AI di industri.

Ketua panitia pelaksana, Christian Zamorano, mengatakan bahwa Build with AI merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.

“Acara ini sudah memasuki tahun ketiga yang dijadwalkan setiap tahun untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan teknologi,” ujarnya.

Christian menambahkan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan untuk membantu dan mengoptimalkan pekerjaan manusia, bukan menggantikan sepenuhnya.

“Kepintaran AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu mengoptimalkan pekerjaan. Namun, pengguna tetap harus memiliki dasar ilmu IT karena hasil dari AI belum tentu seratus persen benar,” tutupnya.(Why)

Pos terkait