Ahli Ekonomi Dukung Proyek PLTN

banner 468x60

Dosen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Rumayya Batubara SE M Reg Dev Ph D

Gantaranews.id Surabaya –06 mei 2026 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang direncanakan pemerintah pada tahun 2030–2032 mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Salah satunya adalah Rumayya Batubara, Dosen Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), yang menilai proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Rumayya, kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat menuntut inovasi dan diversifikasi sumber energi. PLTN dipandang sebagai solusi potensial yang tidak hanya stabil dari sisi pasokan, tetapi juga menarik dari sisi investasi.

“Dengan kebutuhan energi yang tinggi, Indonesia bisa menjadi tujuan investasi strategis bagi negara-negara maju dan BUMN energi domestik,” jelasnya pada Selasa di Surabaya.

Bacaan Lainnya

Rumayya menjelaskan bahwa dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLTN ditargetkan menyuplai 1 gigawatt energi. Proyek ini diharapkan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja pada fase pembangunan dan memberi dorongan besar bagi sektor konstruksi serta industri pendukung.

Selain itu, PLTN juga dinilai berpotensi menurunkan biaya produksi listrik hingga Rp1.000 per kilowatt-jam. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga efisiensi biaya agar tarif tidak melampaui rata-rata produksi listrik saat ini.

Ia menambahkan, kesiapan SDM dan industri lokal sangat krusial agar Indonesia tidak bergantung pada impor teknologi dan material. “Proyek PLTN ini bersifat high-tech. Butuh tenaga ahli dan infrastruktur industri yang siap,” tegasnya.

Rumayya juga mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi lintas sektor dan menyediakan insentif fiskal seperti tax holiday dan pembebasan bea impor guna mempercepat realisasi proyek. Ia menekankan pentingnya kontrak jangka panjang dengan PLN agar listrik dari PLTN dapat diserap secara optimal.

“Dengan dukungan kebijakan yang tepat, proyek PLTN ini bisa menjadi tonggak penting dalam transformasi energi dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.(Bgs)

Pos terkait