Warumas Luncurkan Antologi Puisi ke-7, Perkuat Semangat Literasi Wartawan Senior

banner 468x60

Foto di unggah media gantaranews.id by is

Gantaranews.id Surabaya – Komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) Jawa Timur kembali menunjukkan eksistensinya di dunia literasi dengan meluncurkan buku antologi puisi ke-7 bertajuk Menulis dengan Nurani.

Peluncuran ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang digelar di Fairway Nine Mall, Sabtu .

Acara ini tidak sekadar menjadi ajang peluncuran buku, tetapi juga menghadirkan parade puisi yang melibatkan para wartawan senior yang masih aktif menulis di bidang sastra.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Achmad Pramudito, salah satu perwakilan Warumas, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penerbitan buku ini.15/02/25

Puji syukur, buku antologi puisi ke-7 ini akhirnya bisa terbit. Ini adalah bukti bahwa kami, para wartawan usia emas, masih memiliki semangat berkarya dan terus berkontribusi dalam dunia literasi,” ujarnya.

Warumas: Wartawan Senior yang Tetap Berkarya

Warumas merupakan komunitas wartawan berusia 55 tahun ke atas yang tetap aktif menulis, khususnya di bidang sastra.

Dalam tiga tahun terakhir, komunitas ini secara mandiri menerbitkan buku tanpa dukungan dana besar, mengandalkan solidaritas sesama jurnalis yang peduli terhadap literasi.

Buku Menulis dengan Nurani mengangkat tema tentang kepekaan dan ketulusan dalam menulis, sebuah prinsip yang selalu dipegang oleh para wartawan senior.

Buku ini menjadi refleksi bagaimana jurnalisme dan sastra bisa berpadu, mencerminkan pengalaman serta perjalanan panjang para jurnalis dalam merangkai kata-kata yang bernilai.

Salah satu penulis dalam buku ini, Imung Mulyanto, menyampaikan bahwa meskipun jumlah penulis tetap sebanyak 12 orang, ada satu perubahan nama.

Karyanto, mantan wartawan Harian Surya yang wafat pada Desember 2024, digantikan oleh Riamah Daulat, mantan wartawan dan redaktur Majalah Liberty.

Dukungan dari Berbagai Tokoh dan Generasi Muda

Peluncuran buku ini mendapatkan apresiasi dari berbagai tokoh, seperti Suprawoto (mantan Bupati Trenggalek dan Kadis Kominfo Jatim), Yousri Raja Agam (wartawan senior Jawa Timur), serta Yusron Aminoelah (CEO Durian Par Center Wonosalam).

Selain itu, Warumas juga menggandeng generasi muda dalam dunia literasi. Sebagai bagian dari perayaan HPN 2025, komunitas ini

menggelar lomba menulis puisi bertema Menulis dengan Nurani bagi pelajar SMP dan SMA. Lomba yang diadakan bersama IniSurabaya.

com ini berhasil menarik 80 peserta dengan lebih dari 200 puisi yang dikirimkan. Lima karya terbaik dari lomba ini dimuat dalam bagian khusus di buku antologi.

memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk merasakan kebanggaan karyanya terbit bersama para wartawan senior.

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya para jurnalis senior dalam menerbitkan buku antologi puisi ini.

Menulis puisi jauh lebih sulit daripada sekadar menulis berita. Puisi bukan hanya soal kata-kata, tapi juga tentang nilai, refleksi hidup, dan kedalaman berpikir.

Dari sekian banyak jurnalis, hanya sedikit yang bisa menulis puisi dengan baik.

Ini adalah bukti bahwa mereka telah menyelami kehidupan dengan pemahaman yang mendalam,” ujar Lutfil.

Literasi Tak Mengenal Usia

Peluncuran Menulis dengan Nurani kembali menegaskan bahwa literasi tidak mengenal batas usia.

Dengan semangat dan ketekunan, para wartawan senior Warumas terus berkarya, meninggalkan jejak dalam dunia sastra yang penuh makna.

Buku ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai literasi, baik dengan membaca maupun menulis.

Warumas membuktikan bahwa meskipun usia terus bertambah, semangat untuk berkarya dan berkontribusi dalam dunia literasi tetap menyala.(Gan/is)

Pos terkait