Foto di unggah media gantaranews.id by bagas
Gantaranews.id – Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali menggelar program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2025 dengan cakupan yang lebih luas.
Tahun ini, program mitigasi bencana yang menyasar warga sekolah tersebut akan dilaksanakan di 10 daerah di Jawa Timur, termasuk Mojokerto, Jombang, Jember, Malang, Blitar, Ponorogo, dan Trenggalek.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa perluasan jangkauan SPAB bertujuan,
untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing.
Program ini melibatkan siswa, guru, hingga petugas keamanan sekolah agar mereka memahami langkah mitigasi dan evakuasi yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Jawa Timur memiliki 14 potensi bencana, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga erupsi gunung api.
SPAB hadir untuk memastikan bahwa warga sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Gatot, Jumat (14/2/2025).
Sosialisasi dan Simulasi di Sekolah
Salah satu lokasi pertama pelaksanaan SPAB tahun ini adalah SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Komisi E DPRD Jatim, Suwandi Firdaus, serta perwakilan BPBD setempat.
Dalam acara tersebut, para peserta mendapatkan materi edukasi mengenai kebencanaan, simulasi evakuasi gempa bumi, serta pelatihan pemadaman api.
Selain itu, BPBD Jatim juga membawa Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) untuk memperkenalkan berbagai potensi bencana di Jawa Timur.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan rambu titik kumpul, jalur evakuasi, poster kebencanaan, majalah tangguh, dan buku saku pengenalan bencana.
Kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini, terutama bagi pelajar. Dengan adanya pelatihan ini.
mereka akan lebih tanggap dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Suwandi Firdaus yang turut mengapresiasi inisiatif BPBD Jatim.
Dukungan DPRD dan Harapan ke Depan
DPRD Jatim mendukung penuh pelaksanaan SPAB ini dan berharap program ini bisa menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
Menurut Suwandi, kesadaran mitigasi bencana harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi.
Setelah Mojokerto, kegiatan SPAB juga telah dilaksanakan di SLB Muhammadiyah Jombang dan akan berlanjut ke daerah lain yang telah ditetapkan dalam program tahun ini.
BPBD Jatim berharap dengan semakin luasnya jangkauan SPAB, masyarakat semakin sadar pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Ke depan, program ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas agar semakin banyak orang yang memiliki pemahaman tentang langkah mitigasi bencana yang tepat.(gan/bgs)







