Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adhim, Rencanakan Studi S2 dan Fokus pada Penelitian Sosial

banner 468x60

Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adhim, Rencanakan Studi S2 dan Fokus pada Penelitian Sosial

Gantaranews.id Sidoarjo –10 desember 2024 Fauzan Adhim, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo,

menyampaikan rencana ambisiusnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan fokus pada penelitian sosial setelah hampir enam tahun berkiprah di dunia penyelenggaraan Pemilu.

untuk kembali menempuh studi S2 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, khususnya dalam bidang Sosiologi, yang menjadi bidang studi yang digelutinya sejak S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Saya ingin melanjutkan kuliah S2 di Unair. Semoga rencana ini bisa segera terwujud,

mengingat setelah Pilkada ini kegiatan di KPU akan sedikit lebih santai,” ujar Fauzan dengan penuh semangat.

Fauzan Adhim, yang merupakan putra asli Kangean, Kabupaten Sumenep, mengaku memiliki obsesi besar untuk mendalami lebih jauh ilmu sosiologi dan antropologi. Keinginan ini semakin menguat setelah

ia berpengalaman bekerja dalam berbagai kapasitas, termasuk menjadi aktivis GMNI dan menjalani tugas di kantor Kementerian Jakarta sebelum bergabung dengan KPU Sidoarjo.

Selain berencana melanjutkan pendidikan formal, Fauzan juga bercita-cita untuk menekuni dunia penelitian sosial.

Ia mengaku sangat tertarik untuk meneliti perilaku manusia dan dinamika sosial yang muncul dalam masyarakat, terutama dalam konteks politik dan budaya.

Penelitian sosial selalu menarik bagi saya,

terutama dalam memahami perilaku manusia dan pola-pola yang berkembang di masyarakat.

Setelah tidak lagi berkiprah di dunia Pemilu, saya ingin fokus pada bidang ini,” jelas Fauzan.

Selama menjadi Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan tidak hanya terlibat dalam tahapan Pemilu yang penuh tantangan,

tetapi juga aktif mengamati perilaku politik masyarakat Sidoarjo

Ia mengaku menikmati proses observasi terhadap fenomena sosial yang terjadi,

dan hal ini menjadi bahan pemikirannya untuk studi lebih lanjut.

Selain itu, Fauzan juga menyampaikan rencananya untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan mempelajari bahasa Inggris sebagai persiapan untuk memperdalam referensi penelitian dan memperluas wawasan ilmiahnya.

Dengan Bahasa Inggris, saya bisa mengakses lebih banyak referensi penelitian dari luar negeri,” katanya.

Rencana ini menunjukkan komitmen Fauzan Adhim tidak hanya untuk terus berkembang dalam dunia akademik,

tetapi juga untuk memberikan kontribusi yang lebih besar melalui penelitian sosial di masa depan.

Keinginan Fauzan untuk menempuh studi S2 dan menjadi peneliti adalah contoh inspiratif tentang pentingnya terus belajar dan mengembangkan diri,

tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih luas.(Maya)

Pos terkait