Foto di unggah 30/10/24 by maya
Gantaranews.id Sidoarjo – Menjelang Pilkada serentak 2024, Polresta Sidoarjo mengambil langkah proaktif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggandeng para netizen untuk melawan penyebaran informasi hoaks di media sosial.
Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir potensi konflik yang bisa timbul akibat berita bohong atau informasi yang menyesatkan.
Dalam serangkaian pertemuan yang digelar oleh Seksi Humas Polresta Sidoarjo, para warganet di Kabupaten Sidoarjo diajak berperan aktif dalam menyaring dan memverifikasi informasi yang beredar, terutama terkait isu-isu politik yang sensitif selama masa kampanye
.Langkah ini dianggap penting mengingat media sosial menjadi platform utama dalam menyebarkan informasi dan membangun opini publik.
Kasihumas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono, menyatakan bahwa dengan makin intensnya aktivitas politik di media sosial selama masa kampanye, potensi penyebaran hoaks juga meningkat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian dan netizen dalam menjaga ketenangan di dunia maya.
Penyebaran hoaks bisa sangat meresahkan, apalagi di masa kampanye Pilkada seperti sekarang. Kami mengajak netizen di Sidoarjo untuk berperan aktif memfilter informasi yang beredar dan membantu mengedukasi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi,” ujar Iptu Tri Novi Handono pada Senin (30/9).
Iptu Tri Novi juga menambahkan bahwa hoaks yang disebarkan selama kampanye politik dapat merusak integritas proses demokrasi dan memicu konflik sosial. Oleh karena itu, pencegahan dini melalui edukasi dan sinergi dengan netizen menjadi kunci penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Amel, salah satu netizen yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Polresta Sidoarjo. Ia menyebut bahwa peran warganet sangat krusial dalam menjaga ruang digital yang sehat dan bersih dari konten-konten yang menyesatkan.
Sebagai netizen, kami siap mendukung upaya Polresta Sidoarjo dalam menangkal hoaks, terutama selama Pilkada. Dengan bijak bermedia sosial dan selalu menyaring informasi sebelum membagikannya, kami bisa ikut menjaga ketertiban dan keamanan di dunia maya,” ungkap Amel.
Langkah sinergi antara Polresta Sidoarjo dan para netizen ini diharapkan dapat menjaga suasana damai dan tertib, baik di dunia nyata maupun digital, selama berlangsungnya kampanye Pilkada 2024.(Maya)







