Desa Wisata Jawa Timur Didorong Perkuat Produk, SDM, dan Promosi Digital

banner 468x60

Surabaya, Gantaranews.id – Pengembangan desa wisata di Jawa Timur terus didorong melalui penguatan produk wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan promosi untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Hal tersebut dibahas dalam Talkshow Ruang Publik TVRI Jawa Timur bertema “Desa Wisata: Daya Lokal, Cerita Global” di Surabaya, Rabu (21/10/2026).

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dian Okta Yoshinta, mengatakan pengembangan desa wisata perlu berfokus pada peningkatan kualitas produk wisata dan kapasitas SDM untuk mendukung perluasan promosi serta mendorong kemajuan pariwisata Jawa Timur.

“Kami tetap berfokus pada pengembangan produk wisata dan peningkatan kapasitas SDM sehingga promosi desa wisata semakin luas dan berkembang, agar Jawa Timur tetap maju ke depannya,” ujar Dian.

Menurutnya, pengembangan potensi desa wisata perlu diiringi dengan pengelolaan yang baik agar setiap destinasi memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Promosi yang semakin luas diharapkan dapat memperkenalkan beragam destinasi desa wisata di Jawa Timur sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung.

Bacaan Lainnya

Selain pengembangan produk dan promosi, aksesibilitas juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan desa wisata. Kemudahan akses menuju destinasi diharapkan dapat memperluas jangkauan kunjungan wisatawan serta meningkatkan daya saing desa wisata di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Purnomo Probo Nugroho, menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di kawasan sekitar hutan.

“Bagi kami, mengelola hutan berarti menjamin keberlangsungan kehidupan. Hutan yang lestari menjadi panggung, sementara masyarakat desa adalah pencerita yang membawa potensi dan kekayaan lokal Jawa Timur kepada dunia. Harapan kami, setiap desa di tepi hutan bisa menjadi bagian dari cerita Jawa Timur yang dikenal lebih luas, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Purnomo.

Ia menilai desa di sekitar kawasan hutan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mengangkat kekayaan alam dan kearifan lokal. Pengembangan tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya konservasi agar potensi alam tetap terjaga dan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin, berharap desa wisata pada 2027 tidak hanya menjadi tempat berlibur, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan belanja dan pemanfaatan produk lokal.

“Harapannya, pada 2027 desa wisata di Jawa Timur tidak hanya menjadi destinasi untuk berwisata dan melepas penat, tetapi juga mampu mendorong aktivitas belanja yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, pengelolaan desa wisata dapat berjalan secara berkelanjutan dan ikon-ikon wisata daerah semakin berkembang serta memiliki daya tarik yang lebih kuat,” jelas Damin.

Menurutnya, manfaat desa wisata perlu dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Dengan demikian, kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman berwisata, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk dan layanan mereka.

Talkshow tersebut membahas pengembangan desa wisata di Jawa Timur melalui penguatan promosi digital, kolaborasi lintas sektor, serta pengemasan potensi dan kearifan lokal sebagai daya tarik destinasi. Pembahasan juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas, penerapan standar pelayanan, dan pengelolaan wisata berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan daya saing desa.

Melalui pemberdayaan BUMDes dan UMKM, peningkatan aksesibilitas, serta penerapan standar pelayanan, desa wisata di Jawa Timur diharapkan semakin berkembang pada 2027. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkenalkan kekayaan lokal Jawa Timur kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan tetap menjadikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari pengembangan pariwisata. (red)

Pos terkait