Jadi Pilot Project! Skema Lengkap Blar-Blar Mega Carnival Desa Dukuh 2026 Dijamin Tertib dan Kondusif.
Kediri Kabupaten, GantaraNews.id – Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri bersiap menggelar hajatan besar. Rencana karnaval sound horeg bertajuk “Blar-Blar Mega Carnival Desa Dukuh 2026″akan digelar untuk memperingati HUT RI ke-81 dengan konsep yang jauh lebih tertata.
Acara yang melibatkan puluhan sound system raksasa ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 9-10 Oktober 2026. Berbeda dengan karnaval pada umumnya, panitia mengusung skema display per dusun demi menghindari penumpukan massa di satu titik.
Ketua Panitia PHBN Desa Dukuh, Manon (MK), menegaskan acara ini dirancang sebagai pilot project karnaval sound di wilayah Ngadiluwih.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini proyek percontohan bagaimana karnaval sound bisa berjalan tertib, aman, tapi tetap mengangkat potensi lokal Desa Dukuh,” ujar Manon kepada, GantaraNews.id
Untuk menjamin kelancaran acara, panitia telah berkoordinasi intensif dengan aparat pengamanan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP Kabupaten Kediri, serta dibantu penuh masyarakat Desa Dukuh.
“Harapan kami pada tanggal 9-10 Oktober 2026 nanti acara berjalan lancar dan kondusif sesuai rencana,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelindung kegiatan, *Budiarjo Setiawan, S.H., M.H.*, menambahkan komitmen panitia untuk patuh pada aturan daerah.
“Acara ini sempat menuai pro dan kontra soal kebisingan Tapi panitia berkomitmen penuh berkoordinasi dengan petugas keamanan agar berjalan tertib, aman, dan kondusif,” ungkap Budiarjo.
Patuh Aturan Resmi Pemkab Kediri
Pemkab Kediri sendiri tidak melarang karnaval, namun memperketat teknis pelaksanaan. Aturan tersebut tertuang dalam SE Bupati Kediri Nomor 200.1.3.1/19/418.62/2026 jo. SE Bersama Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya 6 Agustus 2025.
Beberapa poin pentingnya
1. Batas kebisingan* maksimal 120 dBA untuk sound statis (diam) dan 85 dBA untuk sound berjalan.
2. Zona wajib mati,* sound harus dimatikan saat melintasi tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah yang sedang beraktivitas.
3. Kelayakan armada,* kendaraan pengangkut wajib lulus Uji KIR.
Inilah yang membuat Blar-Blar Mega Carnival Dukuh berbeda Dari Pada Yang Lain.
Panitia tidak menggunakan sistem start-finish konvensional. Seluruh sound system raksasa akan disebar di setiap RT/RW dari 4 dusun yang ada di Desa Dukuh. Penonton bisa langsung mendatangi dusun favorit tanpa harus berdesakan.
Untuk manajemen penonton, panitia menyiapkan 10 Gate Tiket/Loket sebagai pintu masuk menuju zona steril. Bagi penonton dari luar kota seperti Blitar dan Kras, akses utama diarahkan lewat jalur selatan/Cendono yang tembus langsung ke Gate utama (Gate Blitar).
Guna memecah kerumunan di jalur sempit, panitia juga memasang 4 titik layar Videotron besar di sepanjang rute strategis. Sementara untuk arus keluar, jalur finish diarahkan ke jalan cilik penghubung desa dan kantong parkir utama disiapkan di dekat gerbang arah Ngadiluwih.
Dengan konsep matang ini, Desa Dukuh optimis menjadi contoh karnaval sound yang tertib di Kabupaten Kediri.
Jurnalis: Imam Solikin, S.E.
Korwil Jatim
Media GantaraNews.id












