*37 Siswa SD di Kediri Kota Diduga Keracunan MBG, 10 Dirawat di RSUD Gambiran – SPPG Langsung Suspend *

banner 468x60

*Kediri Kota GANTARANEWS.ID* – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri memakan korban. Sebanyak 37 siswa dari SDN Kaliombo, SDN Kampung Dalem 3 dan SDN Kampung Dalem 4 mengalami keluhan kesehatan diduga usai menyantap menu MBG, Kamis (18/9/2026).

Puluhan siswa tersebut langsung mendapat penanganan medis. Sebagian dilarikan ke Puskesmas terdekat, sementara 10 siswa lainnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turun langsung meninjau kondisi korban di RSUD Gambiran, Kamis malam. Ia memastikan Pemkot bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan terbaik.

Bacaan Lainnya

“Dari total 37 siswa terdampak, 10 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran. Sisanya sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan setelah kondisinya membaik,” ujar Vinanda saat ditemui di RSUD Gambiran.

Sebagai langkah tegas, Pemkot Kediri langsung menghentikan operasional dapur penyedia makanan.

“Untuk SPPG sudah kami suspend. Besok SPPG tidak beroperasi,” tegas Vinanda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG yang memasok makanan tersebut berlokasi di Jalan Kaliombo Raya Nomor 34, Kota Kediri, yang dikelola Yayasan Anagata Karya Nusantara.

Saat ini, kondisi siswa yang rawat jalan dilaporkan mulai membaik. Sementara 10 siswa yang masih dirawat terus dipantau ketat oleh tim medis RSUD Gambiran.

Pemkot Kediri bersama TNI, Polri, Kejaksaan, BNN, serta Korwil dan Korcab telah membentuk tim investigasi. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk diuji.

“Kami belum menyimpulkan penyebabnya sebelum hasil lab keluar. Dugaan keterkaitan dengan MBG masih dalam penyelidikan,” jelas Vinanda.

Pemkot mengimbau kepada seluruh penyedia MBG untuk lebih memperketat standar keamanan pangan, mulai dari kebersihan, kualitas bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi.

Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium sebagai dasar informasi yang akurat.

Hingga berita ini diturunkan, operasional SPPG di Jalan Kaliombo Raya masih ditangguhkan sampai investigasi selesai.

Imam Solikin.SE

Pos terkait