BUMD JGU Akan Didemo Karena Karyawannya Belum Digaji Semenjak Bulan Februari

banner 468x60

 

Surabaya, Gantaranews.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jatim Graha Utama (JGU) belum membayar hak karyawan anak perusahaan nya PT Jatim Prasarana Utama (JPU).

Dari informasi yang didapat, gaji karyawan JPU belum terbayar semenjak mulai dari bulan Februari hingga Maret. Bahkan pada bulan bulan tersebut, gaji karyawan pun dibayarkan secara dicicil.

Ditempat terpisah Abah Riyadi koordinator Rakyat Kawal Jawa Timur (Rakjati), berekasi keras ketika ada beberapa karyawan JPU yang belum digaji. “Hal ini merupakan suatu pelanggaran berat, bagaimana sebuah BMUD Jatim belum bisa membayar gaji karyawannya,” ujar Riyadi dengan nada sedikit keras

Bacaan Lainnya

Riyadi pun menjelaskan, bahwa pihaknya menerima pengaduan karena tidak digaji oleh JGU ada seorang karyawan yang diusir dari rumah kost karena belum bayar.

“Kita akan melakukan pendampingan untuk karyawan JPU anaknerusahaan JGU yang belum dibayarkan gajinya, ini merupakan tindakan ngawur korupsi hingga makan hak dari rakyat kecil,” ujar Abah Riyadi.

Masih Riyadi Koordinator Rakjati, bahwa dirinya juga mengantongi data jika gaji karyawan tersebut, pada saat Pansus mengenai BUMD laporan yang keluar adalah semua karyawan sudah menerima gaji.

Selain itu Rakjati akan melakukan aksi turun jalan, untuk melakukan demontrasi di kantor JGU Jalan Musi No.23, RT.002/RW.19, DR. Soetomo, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur.

“Rakjati akan memberi waktu 2 x 24 jam agar JGU segera menyelesaikan semua tanggung jawab kepada karyawannya. Apabila hal itu tidak dilaksanakan jangan salah apabila ratusan masa akan demo didepan kantor JGU,” ujar Riyadi.

Sampai berita ini dinaikan, pihak management memilih diam dan Direktur Utama PT Jatim Grha Utama (JGU) saat ini dijabat oleh Mirza Muttaqien, S.H., M.HP. tidak menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp. Sedangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum bisa memberi jawaban, ketika dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp. (Why)

Pos terkait