Foto di unggah 10 Febuari 2025 by wahyu
Gantaranews.id 10 Febuari 2025 Indramayu, Jawa Barat – Sebuah temuan mengejutkan datang dari Kabupaten Indramayu, tepatnya di kawasan Pasanggrahan Sakanagara Bumi Peradaban Wismajati, Kecamatan Balongan.
Ageng Gantara, seorang aktivis kemanusiaan sekaligus advokat, mengklaim telah menemukan fosil manusia yang telah membatu di lokasi tersebut.
Penemuan ini menarik perhatian karena, jika terbukti valid secara ilmiah, bisa menjadi bukti baru tentang jejak peradaban kuno di Indonesia.
Temuan yang Mengejutkan
Penemuan ini bermula pada 27 Maret 2021, saat Ageng Gantara bersama dua orang rekannya mulai membersihkan kawasan situs yang sebelumnya dianggap angker oleh masyarakat sekitar.
Situs yang sebelumnya hanya berupa tanah pekarangan dan kebun kini mulai ditata sebagai area cagar budaya.
Dalam proses penataan itu, mereka menemukan fragmen jasad manusia yang telah membatu.
bersama dengan berbagai artefak lainnya seperti fragmen gerabah, manik-manik permata, pusaka kuno, serta batuan yang diduga meteorit.
“Temuan ini bisa menjadi bukti sejarah penting. Hingga saat ini, belum ada laporan dari arkeolog di seluruh dunia yang menemukan jasad manusia yang sudah membatu seperti ini,” ujar Ageng Gantara saat diwawancarai oleh media Gantaranews.id.
Potensi Bukti Peradaban Kuno
Penemuan ini menambah daya tarik teori yang pernah diungkapkan oleh beberapa pakar sejarah dunia, termasuk Prof. Stephen Oppenheimer dan Prof. Aryo Santos.
Mereka berpendapat bahwa Indonesia merupakan pusat peradaban kuno yang mungkin menjadi asal usul peradaban dunia, bahkan dikaitkan dengan teori keberadaan Atlantis yang hilang.
Dengan adanya fosil manusia yang telah membatu, serta berbagai artefak lainnya, ada dugaan bahwa wilayah Balongan, Indramayu.
pernah menjadi pusat kehidupan manusia purba yang memiliki peradaban tinggi.
Jika benar, ini bisa menjadi penemuan besar yang mengubah pandangan sejarah tentang migrasi manusia dan peradaban di Nusantara.
Menunggu Penelitian Ilmiah
Meskipun temuan ini menarik perhatian banyak pihak, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dari para ahli arkeologi dan antropologi.
Ageng Gantara berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan serta Balai Pelestarian Kebudayaan, dapat melakukan penelitian mendalam terhadap temuan ini.
“Kami berharap ada penelitian lebih lanjut dari pihak berwenang agar temuan ini.
bisa dibuktikan secara ilmiah dan diakui sebagai bagian dari sejarah besar Indonesia,” tambahnya.
Jika penelitian membuktikan bahwa fosil tersebut benar berasal dari masa peradaban kuno.
maka Indramayu bisa menjadi salah satu situs arkeologi penting di Indonesia.
bahkan dunia. Hingga saat ini, masyarakat dan para peneliti menantikan langkah lebih lanjut dari pihak berwenang untuk mengungkap misteri temuan ini.(Why)







