Wali Kota Surabaya Ingatkan Warga soal Penipuan Berkedok Program Pemerintah

banner 468x60

Foto di unggah 09 Febuari 2025 by Wati

Gantaranews.id Surabaya – 09 Febuari 2025 Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Peringatan ini disampaikan setelah sejumlah warga, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai pemkot.

Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak pernah meminta biaya atau data pribadi secara langsung dalam pelaksanaan program bantuan.

Bacaan Lainnya

Ia meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai tawaran bantuan yang mengatasnamakan pemkot.

“Saya minta warga jangan mudah percaya jika ada yang menawarkan program bantuan, terutama yang meminta uang atau data pribadi.

Pastikan itu benar-benar dari pemkot dengan mengecek ke camat, lurah, atau dinas terkait,” ujar Eri, Sabtu .

Pelaku Menggunakan Modus Bantuan UMKM

Kasus terbaru menunjukkan bahwa pelaku menipu sejumlah pelaku UMKM dengan menawarkan bantuan modal usaha.

Pelaku meminta korban membayar sejumlah uang sebagai biaya administrasi sebelum akhirnya menghilang tanpa memberikan bantuan yang dijanjikan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Dewi Soeriyawati, menegaskan bahwa pemkot tidak pernah memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai kepada pelaku UMKM.

“Kami tidak pernah meminta pelaku UMKM untuk membayar apapun demi mendapatkan bantuan.

Semua program pemkot selalu bersifat transparan dan bisa dikonfirmasi langsung ke dinas terkait,” kata Dewi.

Pemkot Akan Perketat Pengawasan

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap program-program yang diselenggarakan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Setiap kegiatan yang mengatasnamakan pemkot harus dipastikan keabsahannya sebelum diikuti oleh masyarakat.

“Kami akan memperketat pengawasan, terutama terhadap penggunaan fasilitas pemerintah untuk sosialisasi program.

Jika ada kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang,” tegas Eri.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan.

Pemkot Surabaya juga membuka jalur pengaduan melalui kelurahan dan dinas terkait guna memastikan setiap program yang berjalan benar-benar resmi dan memberikan manfaat bagi warga.(Gan/Wati)

Pos terkait