Keprihatinan Warga Surabaya di Ungkap Lewat Aksi dan Pembagian Buku Tulis

banner 468x60

Surabaya, gantaranews.id – Peristiwa yang menimpa siswi kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBS (10), yang di duga bunuh diri, yang terbilang tak mampu membeli alat tulis, memantik aksi keprihatinan di Surabaya.

Seorang warga, Kusnan (Cak Kusnan) menggelar aksi tunggal di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/2/2026). Dalam aksinya, ia membagikan buku dan alat tulis gratis kepada anak-anak sebagai simbol kepedulian terhadap akses pendidikan.

“Ini bentuk keprihatinan atas peristiwa kemanusiaan yang menimpa adik YBS di NTT,” ujar Kusnan di sela aksi.
Kusnan menilai, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah. Ia berharap aksi kecil yang dilakukan dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan agar lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar siswa.

Menurutnya, pendidikan seharusnya dapat diakses secara layak oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkendala persoalan ekonomi. “Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Aksi berbagi alat tulis itu merupakan hasil donasi warga Surabaya yang peduli terhadap pendidikan. Kusnan berharap solidaritas serupa dapat terus tumbuh, sekaligus mendorong evaluasi kebijakan agar kasus serupa tidak terulang.

Kasus meninggalnya YBS sendiri menjadi sorotan publik dan memicu diskusi lebih luas tentang pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah. (Why)

Pos terkait