Surabaya, gantaranews.id – Sebuah pesan whattshap meluncur ke ruangan Redaksi pada Senin pagi (9/02/2026) dengan judul Aksi Cak Kusnan “Menggugat Indonesia”.
Secara langsung awak redaksi langsung menjawab, aksi menopo meniko? mohon dijelaskan dengan rasa singkat. Dan seketika itu juga Cak Kusnan, aktivis arek Suroboyo itu memberikan jawaban singkat untuk menggambarkan rencana aksinya sambil membagi buku terkait keprihatinan atas meninggalnya siswi di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Ngada, seorang putri siswi SD yang melakukan aksi bunuh diri yang sangat menyentak dimana sebelum bunuh diri, si siswi SD tersebut masih menyempatkan diri menulis pesan singkat yang sangat menyayat hati.
Peristiwa itu sangat menghebohkan khalayak publik nasional dan mendapatkan tanggapan beragam.
Pada kesempatan ini Cak Kusnan membuat narasi sebagai berikut untuk mengawali aksi yang akan digelar Besok Selasa (10/02/2026) pada 11.30 yang berlokasi di Patung Gubernur Suryo Depan Gedung Negara Grahadi.
Dan Cak Kusnan pun bernarasi :
Bahwa semua yang di Negara ini sebagai tergugat, dengan adanya peristiwa Meninggalnya putra bangsa, hanya gegara tak mampu membeli buku, di Tengah kabar Negeri ini Sebar uang trilyunan ke negeri orang, tebar makanan yg bernilai trilyunan untuk tiap tiap siswa..tapi tak mampu memenuhi harkat hidup pendidikan ialah sebuah Buku, aksi ku besok juga akan memberikan /bagi-bagi buku secara gratis ke masyarakat / anak sekolah agar jangan sampai terulang kembali, kejadian memilukan negara kehilangan Putra putrinya hanya lantaran tak mampu membeli buku.
Demikian narasi singkat Cak Kusnan.(Why)







