Surabaya, Gantaranews.id – Dikarenakan nunggak SPP dan uang buku, Sekolah Dasar Swasta, SDI Nurul Iman, Jalan Sememi Jaya IV/55 Surabaya. Tega hancurkan mental dan bikin trauma anak didik nya yang baru duduk di bangku sekolah dasar
Menurut keterangan orang tua siswa, awalnya dirinya mendapatkan pesan Whats App dari pihak sekolah. Yang menerangkan segera melunasi pembayaran tunggakan, karena hal tersebut merupakan syarat untuk mengikuti ujian Sumatif Akhir Semester (SAS) pada tanggal 9-12 Maret 2026, atau orang tua datang kesekolah menemui pihak Tata Usaha.
Lalu orang tua tersebut mendatangi pihak TU, dan membayar SPP hanya 2 bulan dan minta keringanan waktu, ketika pembayaran si orang tua bertanya terkait boleh tidaknya anak nya mengikuti ujian SAS, dari pihak TU SDI Nurul Iman sendiri menjawab iya boleh.
“Saat itu saya memang membayar SPP hanya dua bulan kekurangannya saya minta waktu, agar anak saya diperbolehkan mengikuti ujian, dan pihak TU pun mengiyakan,” ujar orang tua siswa.
Ketika pada tanggal (9/3/2026) hari pertama ujian, siswa tersebut memang diperbolehkan mengikuti ujian seperti halnya teman teman kelas nya. Namun pada (10/3/2026) saat hari kedua ujian, saat semua temannya dikelas menerima soale dan lembar jawaban. Ternyata siswa yang belum bayar ini tidak menerima lembaran soal dan jawaban. Yang lebih ironis lagi sang siswa dibiarkan duduk dikelas dan hanya dia yang tidak mengikuti ujian.
“Anak saya dibiarkan diam sendiri tidak ikut ujian, dan melihat teman temannya asik mengerjakan soal ujian,’” ujar orang tua siswa
“Kini anak saya malu dan trauma untuk sekolah,” tambahnya
Tanggapan dari Armuji selaku Wakil Walikota Surabaya, ketika masih ada praktek demikian di kotanya. Armuji mengecam keras apa yang dilakukan oleh SDI Nurul Iman. Menurut Armuji hal tersebut tidak patut dilakukan. “Tidak boleh sekolah melakukan itu apalagi SD, kan anak jadi trauma. Toh ya kurang sebulan SPP nya,” kata Armuji.
“Kalau emang besok siswa tersebut tetap gak boleh ikut ujian, maka saya akan turun langsung ke sekolah tersebut,” tambahnya.
Sampai berita ini dinaikan, pihak sekolah SDI Nurul Iman belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App. (Why)







