Foto di unggah 17 Januari 2025 by bagas
Gantaranews.id Surabaya, 17 Januari 2025 – Rutan Kelas I Surabaya mengadakan pelatihan tanggap bencana kebakaran yang melibatkan petugas, warga binaan, dan anggota Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).
Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Brigjen Pol. Drs. Mashudi, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Dirjenpas Mashudi mengapresiasi inisiatif pelatihan ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan semua pihak di Rutan Surabaya.
Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran. Dengan pelatihan ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memastikan keselamatan bersama,” ujarnya.
Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya ini mencakup teori dan praktik langsung.
Peserta diajarkan cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), langkah-langkah pencegahan kebakaran, dan prosedur evakuasi yang aman
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan keamanan di rutan.
Kami ingin seluruh penghuni rutan, baik petugas maupun warga binaan, memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana menghadapi risiko kebakaran.
Ini adalah upaya kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” jelas Tomi.
Selain itu, Ketua PIPAS Cabang Rutan Surabaya, Dewi Lestari, menegaskan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi anggotanya.
Kami, sebagai bagian dari keluarga besar pemasyarakatan, merasa penting untuk memiliki keterampilan tanggap darurat. Ilmu yang kami dapatkan di sini juga bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga,” katanya.
Pelatihan ini juga dilengkapi dengan simulasi penanganan kebakaran, di mana peserta diajak untuk mempraktikkan langkah-langkah yang telah diajarkan.
Kepala Tim Pelatihan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Arif Nugroho, menyatakan bahwa simulasi langsung membantu peserta memahami pentingnya tindakan cepat dan terkoordinasi.
Kebakaran bisa terjadi kapan saja, dan kecepatan dalam merespons sangat menentukan.
Dengan pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta lebih siap menghadapi situasi darurat,” ujar Arif.
Dirjenpas Mashudi menutup kegiatan dengan pesan agar pelatihan semacam ini dilakukan secara rutin.
Kesiapsiagaan adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan. Saya berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya tanggap bencana di seluruh lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pihak dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, tidak hanya di Rutan Surabaya tetapi juga di lembaga pemasyarakatan lainnya.(Gn/Bgs)








