Inflasi-Deflasi Jatim: Surabaya Turun, Banyuwangi Naik

banner 468x60

Foto di unggah media gantaranews.id

 

Gantaranews.id Surabaya, 05 Maret 2025 – Pergerakan harga di Jawa Timur menunjukkan tren yang beragam. Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,07 persen, sementara Kabupaten Banyuwangi mencatat inflasi tertinggi di provinsi ini, mencapai 0,94 persen, menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

Surabaya Alami Deflasi Terendah

Bacaan Lainnya

Deflasi di Kota Surabaya membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) turun menjadi 105,78. Menurut Zulkipli, tarif listrik menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga di banyak daerah, termasuk Surabaya.

Meski terjadi deflasi, setiap daerah memiliki struktur ekonomi yang berbeda, sehingga dampaknya tidak seragam,” jelas Zulkipli.

Banyuwangi Catat Inflasi Tertinggi

Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi mengalami inflasi tertinggi di Jawa Timur, dengan IHK mencapai 107,02. Kenaikan harga bahan makanan, tembakau, dan transportasi menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di daerah ini.

Di sisi lain, Kabupaten Jember mencatat inflasi terendah sebesar 0,14 persen, dengan IHK 105,85. Kenaikan harga di Jember terjadi secara moderat, terutama pada kelompok makanan dan transportasi.

Deflasi Melanda Sebagian Besar Provinsi

Fenomena deflasi tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional. Sebanyak 33 provinsi mengalami deflasi, sementara hanya 5 provinsi yang mencatat inflasi.

Diskon tarif listrik dari PLN menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan indeks harga di berbagai daerah.

Penurunan tarif listrik sangat memengaruhi pergerakan harga, sehingga sebagian besar daerah mengalami deflasi,” ujar Zulkipli.

Dengan adanya perbedaan tren inflasi dan deflasi di berbagai daerah, pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan harga dan menjaga stabilitas ekonomi untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.(Gan/bgs)

 

Pos terkait