Kreativitas Anak Muda Jadi Senjata Polda Jatim Lawan Kejahatan Siber

banner 468x60

Foto di unggah 20 januari 2025 by Wati

Gantaranews.id Surabaya –20 Januari 2025 Polda Jawa Timur terus berinovasi dalam memerangi kejahatan siber, salah satunya dengan menggandeng generasi muda melalui Festival Film Pendek bertema “Bahaya Judi Online.

Acara ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda dapat menjadi alat efektif

untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya kejahatan siber, khususnya judi online yang kian marak.

Bacaan Lainnya

Festival yang digelar bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya

ini berlangsung dari tahap seleksi pada 6–10 Januari 2025.

hingga malam puncak penghargaan di Auditorium Graha Wiyata, Untag Surabaya, pada Senin.

Media Kreatif untuk Edukasi Direktur Reserse Siber Polda Jatim, Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono H. K., S.I.K., M.Si, menyatakan bahwa pendekatan kreatif seperti festival film pendek ini.

merupakan bagian dari strategi edukatif Polda Jatim dalam memberantas kejahatan siber.

Generasi muda memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan edukasi melalui karya kreatif mereka.

Melalui film pendek, mereka dapat menyuarakan bahaya kejahatan siber, khususnya judi online.

dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ungkap Kombes Bagoes.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, Polda Jatim telah menangani lebih dari 600 kasus judi online

dengan perputaran uang mencapai Rp1,4 triliun dalam enam bulan terakhir.

Kegiatan ini bukan hanya kampanye, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.

untuk melaporkan kejahatan siber di sekitar mereka,” tambahnya.

Juara Favorit dengan Pesan Mendalam Polres Trenggalek berhasil meraih gelar Juara Favorit dalam festival ini.

melalui film pendek yang mengangkat tema dampak judi online terhadap kehidupan keluarga.

AKP Zainul Abidin, perwakilan Polres Trenggalek, mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari kasus nyata perceraian yang disebabkan oleh judi online.

Kami ingin menunjukkan bahwa judi online tidak hanya merugikan secara finansial.

tetapi juga menghancurkan hubungan keluarga dan sosial,” kata AKP Zainul.

Kolaborasi Profesional Penjurian festival ini melibatkan para ahli di bidangnya, seperti Totok Sumarno (wartawan senior), Selvy Wang (JTV), dan Yogi Raka Siwi, S.I.Kom (Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya).

Kolaborasi ini memastikan bahwa pesan yang disampaikan melalui karya peserta dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

Rencana Ke Depan Melihat antusiasme peserta dan dampak positif dari festival ini,

Kombes Bagoes menyatakan bahwa Polda Jatim berencana mengadakan kegiatan serupa dengan tema yang lebih beragam,

seperti edukasi tentang pornografi dan kejahatan siber lainnya.

Melalui pendekatan kreatif seperti ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam melawan kejahatan siber,” pungkasnya.

Festival ini membuktikan bahwa kreativitas anak muda bukan hanya menjadi alat hiburan.

tetapi juga senjata ampuh untuk melawan kejahatan siber yang semakin kompleks.

Kolaborasi antara kepolisian dan generasi muda diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.(Wati)

Pos terkait